Seperti KDMP, New York Buka Supermarket Milik Pemerintah, Harga Pangan Diskon 30%
Kamis, 30 Juli 2026 06:52 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - New York. Pemerintah Kota New York segera menghadirkan toko ritel yang mirip dengan toko Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Indonesia. Jika KDMP menjual barang-barang bersubsidi, toko ritel milik Pemkot New York ini menjual barang harga murah dengan skema diskon. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, berencana membuka lima supermarket milik pemerintah kota yang menawarkan diskon hingga 30% untuk berbagai bahan pangan. Program ini digagas untuk membantu warga menghadapi tingginya biaya hidup di salah satu kota termahal di Amerika Serikat (AS). Lima toko yang diberi nama Grocery NY tersebut akan ditempatkan di masing-masing dari lima wilayah (borough) Kota New York. Toko pertama ditargetkan mulai beroperasi di wilayah Bronx pada akhir 2027.
Mamdani menargetkan seluruh supermarket tersebut dapat beroperasi sebelum masa jabatannya yang berlangsung selama empat tahun berakhir. "Diskon 30 persen itu berarti penghematan uang yang nyata bagi warga New York," ujar Mamdani dalam konferensi pers di sebuah gudang di Brooklyn, dikutip dari AP News, Senin (27/7/2026). Ia menegaskan, tidak seharusnya warga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan di kota yang menjadi salah satu pusat ekonomi dunia. "Di kota terkaya, di negara terkaya dalam sejarah dunia, tidak ada warga New York yang seharusnya khawatir tidak mampu memberi makan keluarga mereka," katanya. Program Grocery NY merupakan bagian dari agenda keterjangkauan (affordability) yang diusung Mamdani selama masa kampanye. Melalui program ini, pemerintah kota ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau. Baca Juga: Balas Iran, Donald Trump: AS Akan Serang Iran dengan Sangat Keras Produk Pangan Didiskon 30% Supermarket Grocery NY akan menjual berbagai produk pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Diskon hingga 30% akan diberikan untuk produk segar, daging, dan sejumlah bahan pokok dapur lainnya. Pemerintah Kota New York telah memulai proses pemilihan operator swasta yang akan mengelola operasional sehari-hari supermarket tersebut. Sementara itu, pemerintah kota akan menyediakan lokasi usaha sekaligus menanggung biaya sewa dan pajak properti. Mamdani sebelumnya menyebut program ini sebagai sebuah eksperimen kebijakan publik. Apabila kebijakan tersebut tidak berjalan sesuai harapan, ia mengaku siap melakukan evaluasi. Meski demikian, kehadiran supermarket milik pemerintah mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil. Sejumlah pemilik toko kelontong dan minimarket di New York menilai mereka akan kesulitan bersaing dengan harga bahan pangan yang mendapat subsidi dari pemerintah kota. Untuk meredam kekhawatiran tersebut, Mamdani memastikan Grocery NY tidak akan menjual makanan siap saji maupun produk lain seperti bir dan rokok yang selama ini menjadi sumber keuntungan toko-toko kecil. "Kami tidak bermaksud bersaing dengan toko kelontong atau supermarket dalam hal kemampuan mereka untuk bertahan hidup," ujar Mamdani. "Yang ingin kami lakukan adalah menyediakan harga terjangkau yang terjamin bagi warga New York," imbuhnya. Tonton: APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Setelah Itu Harus Mandiri Menuai Kritik dari Pengamat Kebijakan Rencana tersebut juga mendapat sorotan dari sejumlah pengamat kebijakan publik. Presiden Citizens Budget Commission, Andrew Rein, meminta Pemerintah Kota New York melakukan analisis yang lebih komprehensif terkait biaya program tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu memaparkan secara terbuka dampak kebijakan itu terhadap toko-toko kelontong yang tidak memperoleh subsidi, termasuk efektivitas program dalam mengatasi akar permasalahan kenaikan harga pangan di New York.
Selain itu, evaluasi mengenai besaran anggaran yang diperlukan untuk menopang operasional supermarket milik pemerintah juga dinilai penting sebelum program dijalankan secara penuh. Hingga saat ini, Kantor Wali Kota New York telah menentukan lokasi supermarket Grocery NY di Manhattan dan Bronx. Sementara itu, lokasi toko di Brooklyn, Queens, dan Staten Island masih dalam tahap pembahasan. Apabila terealisasi, Grocery NY akan menjadi salah satu eksperimen kebijakan pangan paling ambisius di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha pelaku ritel kecil di New York. Artikel ini telah tayang di https://www.kompas.com/global/read/2026/07/30/051500970/new-york-bakal-punya-toko-milik-pemerintah-janjikan-diskon-30-persen
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih 2 Tahun, Setelah Itu Harus Mandiri