September, bea keluar CPO naik menjadi 6%



JAKARTA. Bea keluar (BK) untuk ekspor CPO (crude palm oil) di September naik menjadi 6% dibandingkan bulan Agustus sebesar 4,5%. Kenaikan besaran BK tersebut disebabkan harga rata-rata CPO mengalami kenaikan selama 30 hari terakhir di bursa komoditi Rotterdam sebagai referensi harga menghitung tarif BK.Dalam hitungan Kementerian Perdagangan, harga referensi CPO di bursa Rotterdam tersebut sudah mencapai US$ 875,41 per ton. Dalam ketetapan Menteri Keuangan No 67/2010, maka BK yang dikenakan untuk CPO masuk pada kolom 5 lampiran II dengan besaran BK 6%.Sedangkan Harga Patokan Eskpor (HPE) yang dijadikan sebagai acuan menghitung pembayaran BK ditetapkan oleh Menteri Perdagangan sebesar US$ 804 per ton. Penentuan HPE ini mengacu pada harga rata-rata Rotterdam sebulan terakhir setelah dikurangi transportasi, asuransi dan biaya ekspor lainnya”Penetapan HPE yang berpedoman pada harta rata-rata internasional atau harga FOB (free on board) dalam satu bulan terakhir,” tulis aturan yang diteken oleh Plh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Deddy Shaleh, Jumat (27/8)Lebih rinci, HPE CPO untuk bulan September adalah US$ 804 per ton atau naik dibandingkan hitungan HPE bulan Agustus sebesar US$ 725 perton. Sementara itu HPE untuk tandan buah segar (buah kernel kelapa sawit) September menjadi US$ 416 per ton atau naik dibandingkan HPE bulan Agustus sebesar US$ 401 per ton.Sedangkan HPE Crude Olein untuk bulan September menjadi US$ 850 per ton atyau naik dibandingkan HPE bulan Agustus sebesar US$ 762 per ton.


Nama Produk

HPE (ton)

Buah Kernel Kelapa Sawit

US$ 416

Crude Palm Oil (CPO)

US$ 804

Crude Olein

US$ 850

RBD Palm Olein

US$ 859

RBD Palm Kernel Olein

US$ 1.071

Crude Stearin

US$ 796

Crude Palm Kernel Oil (CPKO)

U$S 1.094

Crude Kernel Olein

US$ 1.094

Crude Kernel Stearin

US$ 1.094

RBD Palm Kernel Oil

US$ 1.134

RBD Palm Oil

US$ 856

RBD Palm Stearin

US$ 809

RBD Palm Kernel Stearin

US$ 1.407

Biodiesel Minyak Sawit

US$ 926

RBD Palm Olein dalam kemasan

US$859

Sumber: Kementerian Perdagangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: