September deflasi, Indef: Hanya sementara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,18% pada September 2018. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut kondisi ini hanya sementara.

"Deflasi hanya terjadi secara temporer, sampai produsen dan pedagang mulai menyesuaikan harga di tingkat pasar," jelas Bhima kepada Kontan.co.id, Senin (1/10).


Faktor yang menyebabkan deflasi adalah rendahnya permintaan masyarakat pada September 2018. Ekonomi sedang dalam tahap yang tidak sehat.

Dorongan dari sisi konsumen melambat. Masyarakat kelas menengah sedang menahan konsumsi mempersiapkan harga BBM, barang konsumsi impor dan kenaikan suku bunga kredit perbankan.

Kondisi ini juga tercermin pada inflasi yang terus menurun selama tiga bulan terakhir. Inflasi inti pada September 2018 sebesar 0,28% turun dari bulan Agustus yang sebesar 0,3%.

Bhima menjelaskan inflasi inti menunjukkan pembentukan harga di luar dari bahan makanan dan harga yang diatur pemerintah.

Di sisi lain, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Non Migas tercatat naik 0,08%. Kondisi ini menunjukkan kenaikan harga barang di sisi produsen, khususnya impor. Namun penjual masih enggan menaikkan harga.

"Penjual masih menahan kenaikan harga jual di tingkat masyarakat karena permintaan lemah. Pertanyaannya sampai kapan pedagang bertahan dengan memangkas marjin laba?" ungkap Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto