September, perhiasan hingga rajutan tekan ekspor



JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor pada bulan September 2016 sebesar US$ 12,51 miliar.

Jumlah tersebut turun 1,84% dibanding bulan sebelumnya dan turun 0,59% year on year (YoY). Secara kumulatif Januari-September 2016, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 104,36 miliar atau turun 9,41% YoY.

"Penurunan terbesar pada perhisasan atau permata sebesar US$ 137 juta, tetapi ada peningkatan yang besar yaitu pada ekspor benda-benda besi dan baja sebesar US$ 94,37 juta," kata Suhariyanto, Senin (17/10).


Lebih lanjut ia mengatakan, selain penurunan ekspor perhiasan dan permata, penurunan ekspor juga terjadi pada bijih-bijihan berminyak; mesin-mesin atau pesawat mekanik; bijih, kerak dan abu logam; dan barang-barang rajutan.

Sementara itu, selain kenaikan pada besi dan baja, kenaikan impor juga terjadi pada timah; minyak dan lemak nabati; mesin dan peralatan listrik; dan karet.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, beberapa komoditas menyumbang penurunan secara volume, walaupun harganya tengah naik. Misalnya, CPO dan batubara. Namun demikian, Sasmito melihat adanya perbaikan ekspor ke depan yang tampak dari kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia