Sequis Life targetkan premi naik 35%



JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) optimistis kinerja tahun ini bisa lebih moncer dibandingkan tahun lalu. Kebutuhan nasabah terhadap produk asuransi jiwa yang meningkat menjadi katalis utama Sequis Life cukup percaya diri di tahun ini

Edisjah, Director & Chief Agency Sequislife mengatakan, perolehan premi yang cukup baik pada kuartal I-2017 menjadi alasan perusahaan memasang target agresif hingga akhir tahun ini. Ia menyebut, pendapatan premi pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp 805,01 miliar, naik 5% ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 768,85 miliar.

Total aset Sequislife juga meningkat 13% dari posisi sebelumnya Rp 16,01 triliun menjadi Rp 18,14 triliun. Begitupun dengan perolehan laba bersih yang naik 6% dari posisi sebelumnya Rp 424,19 miliar menjadi ke posisi Rp 450,49 miliar.


Hingga akhir tahun ini, Edisjah menargetkan, pendapatan premi bisa naik 35% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2,9 triliun. Artinya, Sequis Life berharap bisa menutup tahun ini dengan perolehan premi sekitar Rp 3,91 triliun.

"Dengan target tersebut kami cukup optimistis bisa mencapainya, apalagi kebutuhan masyarakat akan asuransi jiwa terus meningkat," katanya, akhir pekan lalu.

Pencapaian target tersebut diharapkan dari beberapa hal. Salah satunya, perseroan terus melakukan peningkatan kerja melalui Agency Excellence Program (AEP) yaitu kegiatan pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuan tenaga pemasaran agar mampu menjadi agen asuransi yang profesional. Dengan program tersebut, agen juga memiliki kemampuan untuk menjual dan dapat mengembangkan diri di tengah perubahan industri asuransi.

"Saat ini lebih dari 90% kanal distribusi kami melalui agen, dua tahun belakangan ini kami fokus ke sana dan ini membantu peningkatan kinerja Sequislife dan hasilnya pertumbuhan kita positif dibanding tahun sebelumnya," kata Edisjah.

Saat ini total agen yang dimiliki Sequislife sudah mencapai 14.000 dengan total nasabah sebanyak 220.000. Sementara, kontribusi terbesar terhadap pedapatan premi Sequislife masih pada produk unit link sebesar 60% dan sisanya produk tradisional 40%.

Selain menggenjot program tersebut, Sequislife juga berencana merilis satu produk anyar dari segmen kesehatan. "Kami memang berencana satu produk benar-benar baru dan ada tiga produk lainnya yang kami coba perbaikan dengan produk lama," ujar Edisjah.

Demi memudahkan nasabah, Sequislife juga meningkatkan pelayanan dengan menghadirkan moblie apps yang bisa berinteraksi langsung sehingga nasabah tidak perlu lagi langsung ke kantor cabang atau customer service.

Sequislife juga berencana menambah kantor cabang baru yang saat ini mencapai 84 yang tersebar di 31 kota. "Rencana sekitar lima sampai 10 kantor cabang baru nantinya bisa kantor cabang baru atau kantor cabang kedua di kota tersebut," papar dia.

Sementara, kota terbesar penyumbang pendapatan premi Sequislife masih di Jakarta sebesar 25%-30%, sisanya Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, Samarinda dan Denpasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini