Serangan Drone dan Rudal Rusia Hantam Ukraina, Belasan Orang Tewas di Kharkiv



KONTAN.CO.ID - KHARKIV. Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone dan rudal ke Ukraina pada Minggu (8/3/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut merusak berbagai infrastruktur dan menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk dua anak-anak, di kota Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan Rusia menargetkan sektor energi dan infrastruktur perkeretaapian di berbagai wilayah negara tersebut. Ia mendesak negara-negara mitra Ukraina untuk memberikan respons atas serangan yang disebutnya sebagai tindakan brutal terhadap kehidupan warga sipil.

“Harus ada respons dari para mitra terhadap serangan kejam terhadap kehidupan ini,” kata Zelenskyy melalui aplikasi Telegram. Ia juga menegaskan bahwa Rusia belum menghentikan upayanya menghancurkan infrastruktur sipil dan vital Ukraina, sehingga dukungan berupa sistem pertahanan udara dan pasokan senjata tetap diperlukan.


Baca Juga: Harga Minyak Makin Menggila: Brent Tembus US$ 92 dan WTI US$ 90 Per Barel

Wali Kota Ihor Terekhov dan jaksa wilayah Kharkiv melaporkan jumlah korban tewas di kota tersebut mencapai 11 orang, satu orang lebih banyak dari perkiraan awal yang disampaikan Zelenskyy.

Dalam pidato video malam hari, Zelenskyy menggambarkan serangan itu sebagai “mengerikan”. Ia mengatakan tim penyelamat, termasuk spesialis dari berbagai wilayah lain, masih terus membersihkan puing-puing dan mencari korban yang kemungkinan tertimbun.

Jaksa wilayah Kharkiv juga melaporkan dua orang tewas dalam serangan drone terpisah pada Sabtu di dekat sebuah kantor pos di desa yang berada tidak jauh dari perbatasan Rusia.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh 453 drone dan 19 rudal. Namun sembilan rudal dan 26 drone serang tetap berhasil menghantam 22 lokasi di berbagai wilayah.

Menurut Terekhov, kota Kharkiv menjadi sasaran drone dan rudal Rusia, dan sebuah rudal balistik menghantam gedung apartemen lima lantai yang dihuni warga sipil. Serangan tersebut menewaskan 11 orang, termasuk dua anak-anak.

Seorang warga bernama Hanna yang tinggal di gedung tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa ia tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah ledakan terjadi.

"Saat tiba di sini, saya seperti hampir terkena serangan jantung. Saya tidak bisa berkata apa-apa dan kaki saya gemetar," katanya.

"Untungnya saya tidak berada di sana bersama anak saya dan ayah saya ada bersama saya. Yang tinggal di sana hanyalah orang-orang biasa. Apa yang sebenarnya mereka targetkan?"

Baca Juga: China Peringatkan Risiko Krisis Chip Global, Sengketa Nexperia Memanas Lagi

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya melakukan serangan besar-besaran pada malam hari terhadap kompleks industri militer Ukraina, lapangan udara militer, serta fasilitas energi, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

Gubernur wilayah Kharkiv Oleh Syniehubov mengatakan sedikitnya 15 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Sebanyak 19 bangunan tempat tinggal juga mengalami kerusakan.

Selain itu, bangunan komersial dan administratif, jaringan distribusi listrik, serta sejumlah kendaraan turut terdampak.

Di ibu kota Kyiv, tiga orang dilaporkan terluka setelah serangan Rusia menghantam fasilitas infrastruktur energi. Akibatnya, pemanas di 2.806 apartemen di empat distrik ibu kota terputus, menurut Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko.

Operator jaringan listrik nasional Ukraina, Ukrenergo, menyatakan pemadaman listrik darurat diberlakukan di tujuh wilayah setelah serangan tersebut.

Pejabat Ukraina juga melaporkan bahwa Rusia menyerang empat stasiun kereta api dan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Ukraina tengah. Di wilayah selatan Odesa Region, serangan terhadap infrastruktur pelabuhan menyebabkan kontainer berisi minyak nabati terbakar serta merusak gudang penyimpanan biji-bijian.