KONTAN.CO.ID - Beberapa kegiatan muat minyak di Emirat Arab Bersatu (UAE), tepatnya di Fujairah, sempat dihentikan setelah terjadi serangan drone dan kebakaran pada Sabtu (14/3/2026), menurut sumber industri dan perdagangan. Fujairah merupakan salah satu hub bunkering utama dan terminal ekspor minyak mentah di UAE. Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) menyerang target militer di terminal ekspor minyak Kharg Island, Iran.
Baca Juga: Hamas Minta Iran Tidak Serang Negara Tetangga, Tetap Tegaskan Hak Bela Diri Balasan dari Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa kepentingan AS di UAE termasuk pelabuhan, dermaga, dan lokasi militer merupakan target yang sah. Fujairah, yang berada di luar Selat Hormuz, menjadi jalur keluar sekitar 1 juta barel per hari minyak Murban UAE, setara sekitar 1% dari permintaan minyak global. Saksi mata di Fujairah melihat dua kolom asap membubung dari terminal, meski dampak pada kegiatan muat masih belum diketahui. “IRGC mengirim pesan bahwa tidak ada tempat yang aman dalam konflik yang cepat berkembang ini,” kata Helima Croft, analis RBC Capital. “Fakta bahwa ini terjadi beberapa jam setelah serangan AS di Kharg Island menunjukkan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Washington mengontrol eskalasi konflik dan mendominasi situasi.”
Baca Juga: Thaifex Horec Asia 2026, Bisnis Inovasi & Sustainability Tarik Minat Mitra Baru Badan Energi Internasional (IEA) sebelumnya menyebut dunia menghadapi krisis pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah akibat penutupan efektif Selat Hormuz sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. UAE termasuk salah satu produsen yang terpaksa memangkas produksi minyak. Iran juga mengancam akan menargetkan pelabuhan lain di UAE, termasuk Jebel Ali di Dubai dan Khalifa di Abu Dhabi, serta mengimbau warga menjauhi area sekitar Fujairah.
Menurut kantor media lokal, kebakaran di Fujairah terjadi setelah puing-puing jatuh saat intersepsi drone, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Tim pertahanan sipil menangani insiden untuk memadamkan api.
Baca Juga: Iran Menantang, Trump Ancam Targetkan Pusat Ekspor Minyak Kharg Island Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), yang mengoperasikan fasilitas tersebut, belum memberikan komentar resmi. Sebelumnya pada Selasa, ADNOC menutup kilang Ruwais menyusul kebakaran di fasilitas kompleks akibat serangan drone, menambah gangguan infrastruktur energi di tengah perang AS-Israel dengan Iran.