Serangan Houthi di Laut Merah Tewaskan Tiga Awak Kapal, Risiko Pelayaran Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran menyerang kapal kargo kecil di Selat Bab el-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8/2026).

Serangan tersebut menewaskan tiga awak kapal dan kembali meningkatkan risiko pelayaran di salah satu jalur perdagangan penting dunia.

Dua sumber penjaga pantai Yaman dan dua pejabat militer pemerintah Yaman mengatakan kapal kargo berbendera Tanzania bernama Tihamah menjadi sasaran serangan. Tiga awak kapal dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.


Baca Juga: Serangan di Selat Hormuz Tewaskan Tiga Awak Kapal Thailand

Jika dikonfirmasi, korban jiwa ini menjadi kematian pertama akibat serangan Houthi terhadap kapal sejak konflik Timur Tengah dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan telah menerima laporan bahwa sebuah kapal kargo di lepas pantai al-Mokha, Yaman, terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya dan menimbulkan korban.

Perusahaan keamanan maritim Ambrey menyebut kapal tersebut dilaporkan menjadi sasaran Houthi dan mengalami kerusakan. Kapal berada di jangkar sekitar 3,3 mil laut di timur laut Pulau Perim, Yaman.

Baca Juga: Iran Minta Houthi Siaga Tutup Laut Merah Jika AS Serang Infrastruktur Energi

Tiga korban tewas terdiri atas dua warga Pakistan dan satu warga Indonesia. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Salalah, Oman, menuju Djibouti. Setelah serangan, awak kapal dilaporkan kehilangan kendali atas kapal sebelum didekati penjaga pantai Yaman.

Hingga berita ini ditulis, Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Risiko Pelayaran Kembali Meningkat

Insiden ini menambah tekanan terhadap perusahaan pelayaran yang sudah menghadapi gangguan akibat penutupan Selat Hormuz. Ketidakpastian di Selat Bab el-Mandeb juga berpotensi mengganggu arus perdagangan melalui Laut Merah.

Data Kpler menunjukkan rata-rata 32 kapal per hari melintasi Selat Bab el-Mandeb sepanjang pekan lalu. Angka tersebut turun dari rata-rata 50 kapal per hari sebelum pemberlakuan blokade oleh Houthi.

Houthi bulan lalu menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan terhadap Yaman. Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Lolos dari Blokade, Kapal Tanker China Pengangkut Minyak Saudi Tinggalkan Laut Merah

Ambrey menyatakan kapal Tihamah bukan milik maupun dioperasikan oleh perusahaan Arab Saudi saat serangan terjadi. Kapal tersebut juga dilaporkan telah meninggalkan al-Mokha pada Sabtu.

Data LSEG mencatat perusahaan asal Mesir sebagai pemilik sekaligus pengelola Tihamah. Perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui email maupun telepon.