Serangan Houthi Membuat Lalu Lintas Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb Anjlok Drastis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur maritim paling strategis di kawasan Teluk, mengalami penurunan tajam pada Rabu (5/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah.

Berdasarkan data perusahaan pelacakan pelayaran Kpler, hanya dua kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan delapan kapal yang tercatat sehari sebelumnya.

Dua kapal tersebut terdiri dari satu kapal pengangkut batu bara berbendera Panama yang memasuki Selat Hormuz dan satu kapal pengangkut komoditas berbendera Kepulauan Marshall yang keluar dari jalur pelayaran tersebut.


Sebelum pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu, sekitar 130 hingga 140 kapal biasanya melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun, arus pelayaran menyusut tajam setelah Iran merespons konflik tersebut dengan menutup selat yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.

Baca Juga: Iran Berpotensi Kendalikan Selat Hormuz, AS dan Oman Bahas Kesepakatan Akhiri Perang

Penurunan lalu lintas juga terjadi di Selat Bab el-Mandeb. Data Kpler menunjukkan hanya satu kapal pengangkut komoditas berbendera Bahama yang melintasi selat tersebut pada Rabu, turun signifikan dari 20 kapal pada hari sebelumnya.

Situasi keamanan di kawasan kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan dua serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi.

Dalam pernyataannya pada Rabu, Houthi menyebut serangan pertama menargetkan kapal tanker di lepas pantai Kota Yanbu, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah. Serangan kedua disebut menyasar kapal tanker minyak Saudi di Teluk Aden.

Baca Juga: Google Hadapi Penolakan Proyek Pusat Data US$ 15 Miliar di India, Ada Apa?

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai kedua insiden tersebut.

Kelompok Houthi juga menyatakan telah memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah sejak bulan lalu sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan Arab Saudi terhadap Yaman. Namun, pemerintah Arab Saudi membantah tuduhan tersebut.

Meningkatnya ancaman keamanan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb berpotensi kembali mengganggu rantai pasok energi global. Kedua jalur tersebut merupakan koridor utama pengiriman minyak mentah, produk energi, serta berbagai komoditas dari kawasan Timur Tengah menuju pasar Asia, Eropa, dan Amerika.

Ketidakpastian di kawasan juga dapat meningkatkan biaya pengiriman dan premi asuransi kapal.