KONTAN.CO.ID - TEL AVIV/WASHINGTON. Eskalasi konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel memasuki fase yang semakin berbahaya. Iran meluncurkan serangan baru terhadap Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa, memperluas jangkauan konflik ke negara-negara Teluk yang merupakan sekutu utama Amerika Serikat. Langkah ini mengejutkan Presiden Donald Trump, meskipun sejumlah sumber menyebutkan bahwa risiko serangan terhadap negara-negara Teluk sebenarnya telah diperkirakan sebelum konflik dimulai.
Iran Perluas Serangan ke Negara Teluk
Enam diplomat asing di kawasan Teluk dan Timur Tengah menyatakan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab Teluk sudah lama diantisipasi, terutama jika Iran diserang oleh Amerika Serikat atau Israel. Penilaian ini disebut telah dibagikan oleh berbagai pemerintah regional dan Barat.Serangan Intensif Berlanjut
Iran terus menunjukkan kemampuan militernya dengan meluncurkan rudal jarak jauh ke Israel pada malam hari, meskipun telah menghadapi serangan intensif selama lebih dari dua minggu. Di sisi lain, militer Israel menyatakan sedang menargetkan “infrastruktur rezim Iran” di Teheran, serta posisi kelompok Hezbollah di Beirut. Israel juga dilaporkan telah menyiapkan rencana perang untuk setidaknya tiga minggu ke depan. Media Israel melaporkan bahwa militer menargetkan pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi atau nasibnya.Kedutaan AS di Baghdad Diserang
Serangan juga menyasar fasilitas Amerika Serikat di kawasan. Kedutaan AS di Baghdad menjadi target roket dan drone dalam serangan paling intens sejak konflik dimulai. Meski demikian, pejabat AS menyatakan tidak ada korban luka sejauh ini.Uni Emirat Arab Jadi Target Utama
Iran turut menyerang Uni Emirat Arab, menyebabkan penutupan sementara wilayah udara. Sebuah drone dilaporkan menghantam fasilitas minyak di Fujairah, pelabuhan penting ekspor minyak UEA, untuk hari kedua berturut-turut. Baca Juga: Serangan Udara di Kabul Picu Saling Tuding Afghanistan–Pakistan, Ratusan Tewas Serangan ini mengancam jalur ekspor minyak UEA ke pasar global dan berpotensi memperburuk krisis energi. Pihak berwenang UEA juga melaporkan bahwa puing rudal balistik yang berhasil dicegat jatuh di Abu Dhabi, menewaskan satu warga Pakistan. Selain itu, kebakaran terjadi di ladang gas Shah akibat serangan drone.Trump Akui Terkejut, Meski Sudah Diperingatkan
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya—termasuk Qatar, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Kuwait—merupakan hal yang tidak terduga. Namun, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya telah diberi pengarahan sebelum perang bahwa serangan terhadap Iran berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas, termasuk serangan terhadap sekutu AS di Teluk. Selain itu, Trump juga telah diperingatkan bahwa Iran kemungkinan akan menutup Selat Hormuz sebagai respons strategis.Belum Ada Koalisi untuk Membuka Selat Hormuz
Upaya Amerika Serikat untuk membentuk koalisi internasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz belum membuahkan hasil. Beberapa negara mitra utama, seperti:- Jerman
- Spanyol
- Italia
- Jepang
- Australia