Serangan Israel Tewaskan 8 Orang di Gaza di Tengah Gencatan Senjata



KONTAN.CO.ID - Serangan Israel menewaskan sedikitnya delapan orang di Gaza pada Kamis (26/2/2026), menurut otoritas kesehatan setempat, ketika kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda kerapuhan.

Tenaga medis melaporkan dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menghantam sekelompok warga Palestina di lingkungan Tuffah, Gaza City, wilayah utara Jalur Gaza.

Baca Juga: Impor Rare Earth Jepang dari China Turun 5,7% pada Januari 2026


Kemudian pada hari yang sama, lima orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya, beberapa dalam kondisi kritis, terluka akibat serangan drone Israel yang menyasar dua pos pemeriksaan polisi di Khan Younis dan di area Abu Hujair, barat laut kamp pengungsi Bureij, di Gaza selatan.

Militer Israel belum segera memberikan komentar atas laporan tersebut.

Secara terpisah, militer Israel menyatakan pasukannya di Gaza selatan menewaskan seorang militan yang disebut menimbulkan ancaman langsung setelah memasuki area yang masih diduduki Israel di dalam wilayah kantong tersebut.

Militer menggambarkan insiden itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak Oktober lalu.

Korban Terus Bertambah

Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023 yang menurut data Israel menewaskan sekitar 1.200 orang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Jumat (27/2), AS–Iran Perpanjang Perundingan Nuklir

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas akibat serangan Israel sejak konflik dimulai.

Otoritas tersebut juga melaporkan sedikitnya 600 orang tewas oleh tembakan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan Oktober lalu.

Sementara itu, Israel mengatakan empat tentaranya tewas oleh militan di Gaza sejak gencatan senjata dimulai. Kedua pihak saling menuding telah melanggar kesepakatan tersebut.

Tahap Kedua Kesepakatan

Pada Januari, kesepakatan Gaza memasuki fase kedua, yang mencakup penarikan lebih lanjut pasukan Israel dari wilayah tersebut serta rencana penyerahan kendali administrasi Gaza oleh Hamas.

Namun, insiden kekerasan terbaru menunjukkan bahwa implementasi kesepakatan masih rapuh, dengan risiko eskalasi tetap tinggi di tengah ketegangan yang belum terselesaikan.