KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Seorang pria bersenjata pedang menyerang sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Fagersta, Swedia, Jumat (21/8/2026). Beberapa orang terluka dalam insiden tersebut, sementara polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terkait serangan. Serangan terjadi pada Jumat sore di Brinell High School, sekolah yang memiliki sekitar 450 siswa berusia 16 hingga 20 tahun.
Polisi menerima laporan mengenai dugaan kekerasan mematikan pada pukul 14.06 waktu setempat dan langsung mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia ke lokasi.
Baca Juga: Data BNPB: 1.182 Orang Luka Akibat Gempa NTT, Ini Alasan Beda Data dengan Basarnas “Tidak ada lagi ancaman terhadap masyarakat,” kata juru bicara kepolisian kepada
Reuters. Polisi belum memberikan informasi pasti mengenai jumlah korban maupun tingkat luka yang mereka alami. Satu orang yang berada di lokasi kemudian dibawa ke dalam tahanan. Sejumlah sekolah dan gedung publik lain di Fagersta juga sempat menerapkan penguncian atau
lockdown setelah serangan terjadi. Sekolah tersebut baru dibuka kembali setelah libur musim panas, sehingga bagi sebagian siswa, Jumat merupakan hari pertama mereka kembali ke sekolah.
Baca Juga: Jumlah Orang Super Kaya Melonjak, Ekonom Ingatkan Ancaman bagi Kelas Menengah Media lokal Expressen melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa polisi sempat menembak terduga pelaku. Namun, laporan tersebut belum dapat segera dikonfirmasi secara independen oleh Reuters.
Terjadi Setahun Setelah Penembakan Massal
Serangan ini terjadi sekitar setahun setelah penembakan massal di sebuah sekolah di Orebro, Swedia tengah. Dalam insiden tersebut, seorang pria bersenjata menewaskan 10 orang sebelum akhirnya bunuh diri. Peristiwa itu tercatat sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Swedia. Pemerintah Swedia menyatakan terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait serangan di Fagersta. Menteri Kehakiman Gunnar Strommer mengatakan pemerintah memantau perkembangan kasus tersebut.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan kepolisian masih bekerja intensif untuk mengungkap insiden tersebut. Ia juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada polisi dan petugas darurat untuk menangani situasi.
Baca Juga: Lima Tahun Lagi, Orang Super Kaya di Indonesia Diprediksi Melonjak 82% “Pikiran kami bersama semua yang terdampak,” tulis Kristersson di media sosial X. Pemimpin Partai Sosial Demokrat Magdalena Andersson turut menyampaikan solidaritas kepada warga Fagersta. Ia mengatakan seluruh Swedia berdiri bersama masyarakat kota tersebut dalam situasi sulit ini.