Serangan Rusia di Kharkiv Tewaskan Empat Orang, Tiga di Antaranya Anak-anak



KONTAN.CO.ID - KYIV. Serangan udara Rusia di wilayah timur laut Ukraina, Kharkiv, menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk tiga anak kecil. Otoritas setempat menyebut serangan terjadi pada Selasa dini hari waktu setempat.

Kepala Administrasi Wilayah Kharkiv, Oleh Synegubov, mengatakan sebuah drone Rusia menghantam rumah warga di Kota Bohodukhiv. Akibat serangan itu, dua anak laki-laki berusia dua tahun, seorang bayi perempuan berusia satu tahun, serta seorang pria berusia 34 tahun meninggal dunia.

Selain korban tewas, dua orang lainnya mengalami luka-luka, yakni seorang perempuan hamil berusia 35 tahun dan seorang perempuan lanjut usia berumur 73 tahun.


Baca Juga: Perkuat Kapabilitas, Petrosea (PTRO) Dirikan Tiga Anak Usaha Baru

Serangan tersebut menandai kembali meningkatnya intensitas serangan Rusia setelah jeda sekitar sepekan. Jeda itu sebelumnya diminta oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menyusul cuaca ekstrem dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celsius di Ukraina. 

Bohodukhiv, yang terletak di barat laut Kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, dilaporkan hampir setiap hari menjadi sasaran serangan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Senin, dua hari sebelumnya, dua warga sipil, masing-masing seorang perempuan berusia 41 tahun dan anak laki-laki berusia 10 tahun, juga dilaporkan tewas akibat serangan di kota yang sama.

Di wilayah lain, Rusia dilaporkan menjatuhkan tujuh bom udara di Kota Slovyansk, wilayah Donetsk. Kepala Administrasi Donetsk, Vadym Filashkin, menyebut tiga orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia meningkatkan tekanan dengan menargetkan infrastruktur transportasi dan energi menggunakan jumlah rudal balistik terbanyak sejak konflik berlangsung.

Baca Juga: Pertamina Berencana Gabungkan Tiga Anak Usahanya di Sektor Hilir, Apa Alasannya?

Pemerintah daerah Kharkiv pun menetapkan status darurat energi.

Kondisi ini terjadi setelah berakhirnya kesepakatan sementara atau “gencatan senjata energi” yang sebelumnya dimaksudkan untuk melindungi sektor energi Ukraina selama musim dingin ekstrem.

Dampaknya, puluhan ribu warga di berbagai wilayah Ukraina mengalami pemadaman listrik parah, bahkan sebagian rumah tangga tidak memiliki akses air bersih dan pemanas.

Zelensky juga menyebut Amerika Serikat menargetkan perang Rusia-Ukraina berakhir pada Juni mendatang. Kedua pihak, menurut dia, telah diundang ke Amerika Serikat untuk mengikuti pembicaraan pekan depan.

Baca Juga: Ukraina Selamatkan 23 Anak dan Rejama dari Wilayah yang Diduduki Rusia

Sementara itu, Ukraina juga dilaporkan melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia. Gubernur Volgograd, Andrei Bocharov, mengatakan sebuah apartemen di Kota Volzhsky rusak akibat serangan drone Ukraina, dan kebakaran terjadi di sebuah pabrik.

Sebagai catatan, Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, yang hingga kini masih berlangsung dan terus menimbulkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur di kedua negara.

Selanjutnya: AirAsia Akan Memesan Pesawat Keci, Batalkan Pesanan Airbus A300 Neo

Menarik Dibaca: Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk