KONTAN.CO.ID - KYIV. Serangan udara besar Rusia kembali mengguncang Ukraina. Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah gelombang serangan rudal serta drone menghantam sejumlah wilayah, termasuk Kyiv yang menjadi sasaran terberat. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Kyiv Pechersk Lavra, biara bersejarah yang menjadi simbol budaya dan spiritual Ukraina serta masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Api membakar area kompleks tersebut setelah terkena serangan langsung, menurut otoritas Kyiv.
"Kami menghadapi serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kami," kata Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko melalui media sosial X. Serangan pada Senin (15/6/2026) menjadi yang terparah terhadap ibu kota Ukraina dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga: Serangan Rudal dan Drone Rusia Hantam Kyiv, Empat Tewas dan Puluhan Luka Pemerintah Kyiv menyebut empat orang tewas dan 30 lainnya terluka akibat hantaman rudal dan drone yang juga merusak gedung apartemen serta jaringan listrik. Akibat kerusakan infrastruktur energi, sekitar 140.000 warga Kyiv sempat mengalami pemadaman listrik. Militer Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan malam hari. Sistem pertahanan udara Ukraina mengklaim berhasil menjatuhkan 50 rudal dan 582 drone. Namun, Ukraina mengakui masih menghadapi kesulitan menghadapi rudal balistik. "Rudal balistik tetap menjadi masalah bagi kami," ujar juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat. Serangan juga meluas ke wilayah lain. Di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, lima petugas penyelamat tewas dan sedikitnya lima orang lainnya terluka setelah serangan lanjutan Rusia. Sementara di Sumy, tiga orang, termasuk seorang anak, dilaporkan terluka. Di sisi lain, Ukraina kembali melancarkan serangan ke wilayah Rusia. Serangan drone di Kota Tula, kawasan industri di selatan Moskow, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang anak berusia satu tahun.
Baca Juga: Rudal Rusia Hantam Kyiv, 1 Anak Tewas dan 10 Orang Terluka Ukraina juga menyerang jalur pasokan menuju Krimea yang telah dianeksasi Rusia sejak 2014 dengan menargetkan dua jembatan penghubung wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kyiv menekan kemampuan logistik dan ekonomi Moskow. Ketegangan meningkat menjelang pertemuan negara-negara anggota G7 di Prancis.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Sebelumnya, Zelenskiy mengusulkan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas gencatan senjata dengan melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Namun, usulan tersebut belum mendapat respons positif dari Kremlin.
Baca Juga: Serangan Drone dan Rudal Rusia Hantam Ukraina, Tujuh Orang Tewas di Kharkiv Sementara itu, Polandia yang merupakan anggota Uni Eropa dan NATO sempat mengerahkan jet tempur sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan pelanggaran wilayah udara akibat serangan Rusia. Otoritas Polandia kemudian menyatakan tidak ditemukan adanya pelanggaran udara.