Serangan Salt Typhoon, Email Staf Komite Berpengaruh di Kongres AS Diretas



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Konflik China-Amerika Serikat (AS) merembet sampai ke dunia siber. Terbaru, China dilaporkan telah meretas email yang digunakan oleh staf komite-komite berpengaruh di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Kongres AS.

Peretasan ini sebagai bagian dari kampanye spionase siber yang dikenal sebagai Salt Typhoon. Demikian Financial Times pada Rabu (7/1/2026), mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, seperti dilansir Reuters.

China mengakses sistem email yang digunakan beberapa staf di komite China DPR serta para pembantu di panel yang membahas urusan luar negeri, intelijen, dan angkatan bersenjata, kata laporan itu.


Seseorang yang mengetahui serangan tersebut mengatakan kepada FT bahwa tidak jelas apakah para penyerang telah mengakses email anggota parlemen dalam intrusi tersebut, yang terdeteksi pada bulan Desember 2026.

Baca Juga: Donald Trump Guncang PBB: AS Mundur dari Puluhan Organisasi Internasional

Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Gedung Putih tidak memberikan komentar segera. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dan kantor-kantor dari empat komite tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pada bulan November 2025 lalu, Sersan Pengawal Senat memberi tahu beberapa kantor kongres tentang "insiden siber,". Peretas mungkin telah mengakses komunikasi antara Kantor Anggaran Kongres yang nonpartisan, yang menyediakan data penelitian keuangan penting kepada anggota parlemen, dan beberapa kantor Senat.

Peretasan Salt Typhoon telah lama mengguncang komunitas intelijen AS. Peretas juga diduga telah mencegat percakapan, termasuk percakapan antara politisi dan pejabat pemerintah AS terkemuka.

Para pejabat AS sebelumnya menuduh bahwa kelompok peretas tersebut sedang mempersiapkan diri untuk melumpuhkan infrastruktur penting Amerika jika terjadi konflik dengan Tiongkok.

Beijing telah berulang kali membantah berada di balik intrusi tersebut.

Awal tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada terduga peretas Yin Kecheng dan perusahaan keamanan siber Sichuan Juxinhe Network Technology, menuduh keduanya terlibat dalam Salt Typhoon. 

Baca Juga: China Uji Trump: Tekanan Ekonomi Guncang Sekutu Utama AS di Asia

Selanjutnya: Mantan Kepala Angkatan Darat Malaysia Ditahan Terkait Skandal Suap Kontrak Militer

Menarik Dibaca: Anjlok Setelah Reli, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 8 Januari 2026