Serap Aspirasi Jemaah, Menhaj Benahi Layanan Haji 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memanfaatkan kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk menyerap aspirasi dan masukan langsung dari jemaah sebagai bahan peningkatan kualitas layanan haji dan umrah. Hal tersebut dilakukan Menhaj saat menerima silaturahmi puluhan jemaah umrah asal Jawa Timur di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, kawasan Syisyah, Sabtu (7/11/2026) pagi. Irfan mengatakan, profesionalitas petugas menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Petugas dituntut memberikan pelayanan secara optimal kepada seluruh jemaah tanpa membedakan latar belakang, serta memiliki tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Menhaj Dorong Penguatan Kemitraan Antarlembaga untuk Tingkatkan Layanan Haji “Petugas haji yang profesional dan berkompeten juga kebutuhan mutlak sebab jumlah jemaah haji Indonesia terbesar yakni mencapai sekitar 221.000 orang. Selain jemaah yang harus dilayani sangat besar, tantangan di lapangan juga terus berubah setiap tahunnya,” ujar Irfan dalam keterangan resmi, Minggu (8/11/2036). Irfan bilang, salah satu tantangan penyelenggaraan haji saat ini adalah perubahan pola pengelolaan layanan utama, khususnya transportasi, akomodasi, dan konsumsi yang sepenuhnya ditangani oleh syarikah Arab Saudi. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika pemerintah Indonesia memiliki kewenangan dalam memilih penyedia layanan. “Dengan perubahan kebijakan ini, tentu kita melakukan kontrol yang ketat dan kuat supaya tidak terkendala. Harapannya, jika menjumpai problem layanan, akan segera tertangani dengan baik. Tantangan kedua, jemaah haji tiap tahun berubah jemaahnya. Di samping itu pula, petugas juga banyak yang mengalami perubahan,” ujarnya. Irfan menegaskan, perubahan pola pengelolaan layanan tersebut harus diimbangi dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan dipedomani seluruh pihak. Hal ini penting untuk menghindari tumpang tindih tugas serta memastikan koordinasi berjalan efektif. Irfan optimistis, melalui kesiapan petugas yang profesional, kemampuan beradaptasi, dan penguatan koordinasi, berbagai tantangan penyelenggaraan haji dapat dihadapi dengan baik. Keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 juga diharapkan menjadi modal dan evaluasi penting bagi Kemenhaj untuk menghadirkan layanan haji 2027 yang semakin berkualitas. “Kami di Kemenhaj RI terus berkomitmen memacu kualitas antara lain dengan menyeleksi petugas dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas,” ujarnya.

Baca Juga: Haji 2027 Mulai Disiapkan, Kemenhaj Ajukan Penguatan Anggaran Demi Tingkatkan Layanan


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News