KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serapan belanja APBN pada awal tahun 2026 diperkirakan kembali melambat seperti periode sebelumnya. Kebiasaan pola belanja seperti ini memang sudah menahun. Bahkan, Direktur Riset Bright Institute, Muhammad Andri Perdana menilai, serapan belanja yang kerap melambat pada awal tahun juga sulit diselesaikan pemerintah. Faktor utamanya adalah ketersediaan cash flow atau arus kas pada awal tahun. Sebagai gambaran, penerimaan pajak pada 2025 tidak hanya tak mencapai target atau hanya Rp1.917,6 triliun, bahkan tumbuh negatif atau lebih rendah dari periode sebelumnya mencapai Rp1.931,6 triliun pada 2024.
Serapan Belanja Awal Tahun Diperkirakan Melambat, Masalah Cash Flow Jadi Faktor Utama
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serapan belanja APBN pada awal tahun 2026 diperkirakan kembali melambat seperti periode sebelumnya. Kebiasaan pola belanja seperti ini memang sudah menahun. Bahkan, Direktur Riset Bright Institute, Muhammad Andri Perdana menilai, serapan belanja yang kerap melambat pada awal tahun juga sulit diselesaikan pemerintah. Faktor utamanya adalah ketersediaan cash flow atau arus kas pada awal tahun. Sebagai gambaran, penerimaan pajak pada 2025 tidak hanya tak mencapai target atau hanya Rp1.917,6 triliun, bahkan tumbuh negatif atau lebih rendah dari periode sebelumnya mencapai Rp1.931,6 triliun pada 2024.
TAG: