Serapan Kerja Belum Maksimal Meskipun Realisasi Investasi Capai Rp 1.010 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai 1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam menilai serapan tenaga kerja ini masih belum maksimal, mengingat investasi yang masuk lebih banyak pada sektor pada modal.

"Dunia usaha mencatat investasi yang masuk sekarang lebih banyak pada padat modal dan teknologi. Jadi dampak ke tenaga kerja tidak secepat era investasi padat karya dulu," kata Bob pada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026).


Baca Juga: Piutang Pajak Terus Membengkak, Pengamat Dorong Reformasi Penagihan DJP

Untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, maka pemerintah didorong untuk menciptakan muliplier effect dari setiap investasi yang masuk.

"Karena secara rasio belum maksimal. Kalau Rp 1.010,6 triliun hanya menyerap 1,45 juta tenaga kerja, berarti 1 lapangan kerja butuh investasi Rp 697 juta," terang Bob.

Ke depan tantangan penciptaan lapangan kerja tidak mudah. Menurutnya pemerintah harus memastikan agar realisasi investasi sebesar Rp 1.010 triliun bisa berdampak kepada pelaku usaha lokal ataupun UMKM.

"Ini untuk memastikan angka lapangan kerja 1,45 juta ini bisa naik lebih tinggi lagi," tegas Bob.

Sebelumnya, Pemerintah mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year/yoy) dan telah mencapai 49,5% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,5 triliun.

Baca Juga: Ditjen Pajak Mulai Menyisir Wajib Pajak Baru, Data Aset hingga Rekening Dicek

Meski masih mencatat pertumbuhan, laju investasi pada semester I-2026 melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, realisasi investasi semester I-2025 mencapai Rp 942,9 triliun atau tumbuh 13,6% yoy.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, capaian tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah untuk semester pertama tahun ini.

“Dan ini sesuai dengan target kami, yaitu mencapai 49,5% dari total target dalam satu tahun," ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana, Kamis (16/7/2026).

Rosan menilai, realisasi investasi yang hampir mencapai separuh target tahunan menunjukkan minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih tetap terjaga, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat tantangan geopolitik dan geoekonomi. “"Di tengah masih adanya tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah komitmen para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment masih in line dengan target yang dicanangkan Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News