KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara turut memunculkan harapan dari kalangan pekerja. Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) berharap Suahasil dapat menjaga keseimbangan antara penerimaan negara, keberlanjutan industri dan perlindungan tenaga kerja. Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI Henry Wardana Tirtawiguna mengatakan, kebijakan fiskal perlu melihat dampaknya terhadap aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja, tidak hanya mengejar penerimaan negara.
Baca Juga: HSE Jadi Fondasi, Tracon Industri Pacu Kinerja Berkelanjutan "Kami berharap Pak Suahasil dapat memastikan kebijakan fiskal ke depan tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan industri dan kepastian kerja," kata Henry seperti dikutip dari situs resmi FSP RTMM-SPSI, Sabtu (19/9/2026). Menurut Henry, sektor rokok, tembakau, makanan dan minuman memiliki keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja serta rantai pasok di berbagai daerah. Karena itu, kebijakan pajak, cukai maupun pungutan yang berdampak terhadap sektor tersebut perlu mempertimbangkan keberlangsungan produksi dan lapangan pekerjaan. FSP RTMM-SPSI juga berharap stabilitas kebijakan fiskal tetap dijaga agar pelaku industri memiliki kepastian dalam menyusun rencana usaha, mempertahankan produksi dan menjaga penyerapan tenaga kerja. Serikat pekerja tersebut menilai penguatan penerimaan negara dan perlindungan tenaga kerja tidak harus dipertentangkan.
Baca Juga: Pasokan Gas Dibatasi 80%, Industri Keramik Kurangi Produksi dan Tenaga Kerja Industri yang tumbuh secara berkelanjutan dinilai dapat menjaga lapangan kerja, daya beli masyarakat, aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat basis penerimaan negara. Sebelumnya, KONTAN mencatat Suahasil menghadapi sejumlah pekerjaan rumah setelah menggantikan Purbaya, mulai dari penerimaan pajak dan bea cukai, defisit anggaran hingga utang pemerintah. Pasar keuangan juga menunggu konsistensi Menkeu baru dalam menjaga disiplin fiskal. Di sisi lain, isu restitusi pajak juga menjadi perhatian setelah pergantian Menteri Keuangan. Kementerian Keuangan memastikan restitusi tetap berjalan secara selektif, terencana dan terarah. Bagi FSP RTMM-SPSI, kepastian kebijakan perpajakan dan cukai menjadi penting karena dapat memengaruhi keputusan produksi serta keberlangsungan pekerjaan.
Baca Juga: Serikat Pekerja Ingatkan Risiko Pekerjaan Informal di Tengah Kenaikan Serapan Kerja Karena itu, serikat pekerja berharap kebijakan fiskal di bawah Suahasil tetap memperhatikan kondisi industri dan dampaknya terhadap tenaga kerja. Dengan demikian, APBN yang sehat tetap menjadi tujuan, namun keberlanjutan industri dan kepastian kerja juga dinilai perlu menjadi bagian dari kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News