JAKARTA. Di jagat industri Tanah Air, bisnis Grup Sinarmas telah menjelma menjadi gurita dengan tentakel bisnis di banyak bidang. Dibentuk pada 1962 silam, Grup Sinarmas beroperasi di enam pilar bisnis utama, yakni pulp & paper, agribisnis, jasa keuangan, pengembangan properti, telekomunikasi, energi dan infrastruktur. Di industri keuangan, perjalanannya panjang Grup Sinarmas harus berhadapan dengan dengan era kelahiran beleid Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi keuangan. Catatan regulator, ada lima perusahaan asuransi dan satu bank yang beroperasi di bawah bendera kelompok konglomerasi keuangan Grup Sinarmas. Lembaga jasa keuangan terpadu Grup Sinarmas dikomandoi oleh Sinarmas Multiartha. Perseroan ini telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, perusahaan ini berkibar lewat nama PT Internas Artha Leasing Company yang berdiri pada tahun 1982 silam.
Sertifikasi manajemen risiko ala Sinarmas
JAKARTA. Di jagat industri Tanah Air, bisnis Grup Sinarmas telah menjelma menjadi gurita dengan tentakel bisnis di banyak bidang. Dibentuk pada 1962 silam, Grup Sinarmas beroperasi di enam pilar bisnis utama, yakni pulp & paper, agribisnis, jasa keuangan, pengembangan properti, telekomunikasi, energi dan infrastruktur. Di industri keuangan, perjalanannya panjang Grup Sinarmas harus berhadapan dengan dengan era kelahiran beleid Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi keuangan. Catatan regulator, ada lima perusahaan asuransi dan satu bank yang beroperasi di bawah bendera kelompok konglomerasi keuangan Grup Sinarmas. Lembaga jasa keuangan terpadu Grup Sinarmas dikomandoi oleh Sinarmas Multiartha. Perseroan ini telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, perusahaan ini berkibar lewat nama PT Internas Artha Leasing Company yang berdiri pada tahun 1982 silam.