Service HP Samsung Ternyata Lebih Sulit, Ini Masalahnya



KONTAN.CO.ID - HP Samsung ternyata termasuk smartphone dengan proses service atau perbaikan yang cukup sulit. Desain yang terlihat rapi dan premium justru membuat proses membongkar perangkat menjadi lebih rumit.

Hal ini menarik perhatian kelompok advokasi perbaikan perangkat seperti iFixit.

Mengutip SlashGear, hampir seluruh HP Samsung modern menggunakan konstruksi dengan komponen internal yang ditempatkan di dalam rangka utama, sementara bagian belakang dan layar direkatkan menggunakan lem.


Desain tersebut memang membantu Samsung membuat perangkat dengan tampilan yang lebih rapi dan kokoh.

Sayangnya, bagi teknisi atau pengguna yang ingin memperbaiki HP sendiri, konstruksi seperti ini bisa menjadi masalah.

Baca Juga: POCO F9 Series Rilis di Indonesia 5 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

Kenapa Service HP Samsung Lebih Sulit?

Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan perekat yang sangat kuat.

Untuk mengganti baterai atau layar, bagian belakang HP Samsung harus dibuka terlebih dahulu.

Prosesnya membutuhkan panas untuk melunakkan lem sebelum teknisi bisa mengangkat penutup belakang secara perlahan.

Proses tersebut harus dilakukan dengan hati-hati karena kesalahan saat membongkar bisa merusak komponen lain.

Lem yang digunakan Samsung bukan hanya berfungsi merekatkan bagian belakang dan layar. Perekat tersebut juga membantu menjaga ketahanan perangkat terhadap air dan debu.

Di satu sisi, konstruksi ini membuat HP terlihat lebih solid. Namun, konsekuensinya adalah proses perbaikan menjadi lebih rumit.

Baca Juga: Kenapa iPhone 18 Pro Lemot Setelah Update iOS 27? Ini Jawabannya

Layar Melengkung Bikin Service HP Samsung Lebih Rumit

Samsung juga sempat menggunakan layar melengkung pada banyak HP Galaxy kelas atas.

Desain tersebut membuat tampilan perangkat terlihat berbeda dan futuristis. Namun, bagi teknisi, bentuk layar yang melengkung justru menambah tingkat kesulitan saat melakukan perbaikan.

Selain lebih sulit dibongkar, layar melengkung juga memiliki masalah lain seperti pantulan cahaya yang lebih mengganggu.

Samsung belakangan mulai meninggalkan desain tersebut. Galaxy S24 Ultra dan generasi setelahnya menggunakan layar datar sehingga salah satu hambatan dalam proses perbaikan berkurang.

Baca Juga: Chip A20 Pro iPhone 18 Pro Terbukti Kencang, Performa CPU Naik 28%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: