Seskab: Pertemuan Prabowo dengan Para Ulama Bahas Berbagai Isu Geopolitik Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan para ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menjadi forum dialog untuk membahas berbagai isu terkait geopolitik global. 

Diketahui, Prabowo menggelar acara silaturahmi bersama sekitar 160 ulama dan tokoh ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) kemarin. 

"Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari 3 jam tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan para ulama untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global dan upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah," kata Teddy dalam akun Instagram @sekretariat.presiden, Jumat (6/3/2026).


Di pertemuan itu, Teddy mengungkap, Presiden Prabowo memaparkan secara langsung alasan dan proses panjang keanggotaan Indonesia dalam forum Dewan Perdamaian Palestina atau Board of Peace (BoP).

Baca Juga: Digital dan AI Disebut Jadi Mesin Utama Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Menurutnya, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keputusan tersebut menjadi salah satu jalan mengurangi jumlah konflik dan korban di Palestina.

"Keputusan ini pun juga telah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Islam dan negara kawasan Timur Tengah yaitu Turkiye, Arab Saudi, Mesir, Qatar, UAE, Pakistan, Yordania, Kuwait, dan Bahrain," imbuhnya. 

Dalam unggahan yang sama, Teddy menyampaikan data dan fakta bahwa sejak ditandatanganinya perjanjian damai Gaza Palestina di Sharm El-Sheikh Mesir pada Oktober 2025 silam, jumlah konflik dan korban di Gaza dalam 6 bulan terakhir telah jauh menurun, menjadi sekitar 600 hingga 1.000 jiwa. 

Sementara jumlah korban pada periode 2024-2025 mencapai lebih dari 70.000 jiwa. 

Selain itu, menurutnya, gerbang jalur logistik melalui jalan darat di Rafah yang selama ini ditutup juga sudah dibuka. Namun demikian, ia mengakui, penghentian konflik secara total tidak bisa dengan seketika. 

"Masih ada beberapa konflik dan juga korban berjatuhan, namun dengan jumlah yang sangat jauh berkurang," ucap Teddy. 

Sebagai informasi, pada Kamis sore hingga malam hari, Prabowo mengundang sejumlah ulama, pendakwah, petinggi ormas Islam lainnya untuk buka puasa bersama di Istana. 

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar; Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Haedar Nashir; Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. 

Hadir juga pengasuh Ponpes Al-Bahjah di Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya. Ada juga, pendakwah Muhammad Subki Al-Bughury dan Mamah Dedeh yang turut hadir.

Saat tiba di lokasi, Ketum MUI mengatakan kedatangannya ke Istana untuk menghadiri undangan Presiden Prabowo. 

"Buka puasa bersama. Nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubaligh, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata dia, Kamis.

Baca Juga: Pemerintah Telah Kirim Tim untuk Pantau Jemaah Umrah RI yang Berada di Arab Saudi

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/06/19014571/seskab-pertemuan-prabowo-dan-para-ulama-jadi-forum-dialog-bahas-isu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: