KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan kepada pihak-pihak yang masih membandingkan penanganan bencana di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bila dibandingkan dengan pemerintahan sebelum-sebelumnya. Menurutnya, setiap bencana memiliki tantangan dan pola penanganan yang berbeda, dan setiap pemerintah pada masanya tentu berupaya memberikan respons terbaik dan tercepat. Ia menekankan bahwa satu bulan pascabencana ini telah menghasilkan capaian-capaian konkret. “Jadi saya mau sampaikan begini, setiap bencana punya tantangan sendiri, punya penanganan sendiri, dan yang pasti setiap pemerintah di kala itu pasti ingin yang terbaik dan tercepat untuk memulihkan,” tutur Teddy dalam konferensi pers, Senin (29/11/2025).
Ia merinci, bencana banjir yang terjadi di tiga provinsi dengan dampak di 52 kabupaten, serta menyebabkan 78 ruas jalan nasional terputus. Dalam waktu satu bulan, jumlah ruas jalan yang terputus tersebut telah berkurang menjadi 6 ruas yang masih dalam proses penyambungan, masing-masing berada di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Baca Juga: Seskab Teddy: Akses Jalan dan Listrik di 52 Daerah Banjir Sumatera Sudah Pulih Ia menambahkan bahwa banyak jembatan lintas kabupaten yang putus, namun dalam satu bulan telah berhasil disambungkan 12 jembatan dengan bentang sungai lebar, bahkan hingga 180 meter di Bireuen, Aceh. Teddy menambahkan, pembangunan jembatan yang biasanya memakan waktu lebih dari satu bulan, kali ini dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu berkat kerja petugas dan dukungan masyarakat. Maka dari itu, ia menekankan, fokus utama diberikan pada perbaikan jembatan utama agar jalur logistik antarkabupaten dan antarprovinsi dapat kembali tersambung, sementara wilayah yang belum terhubung masih dibantu melalui jalur udara. Terkait hunian, ia menyampaikan bahwa dalam waktu satu bulan, sekitar 600 unit rumah hunian akan selesai dalam waktu dekat, ditambah 450 unit dari BNPB. Selain itu, ia juga menyebut Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan pembangunan 15.000 rumah hunian secepatnya. Selain itu, Kementerian Perumahan telah memulai pembangunan 2.500 rumah hunian tetap dengan lahan dari BUMN, dan direncanakan membangun tambahan sekitar 2.500 unit lagi di tiga provinsi tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Dianggap Lambat Menangani Bencana di Sumatera, Ini Respon Seskab Teddy Di sektor kesehatan, ia menyebutkan terdapat 87 rumah sakit yang sempat terdampak dan lumpuh, namun dalam satu bulan seluruhnya telah kembali melayani pasien meskipun belum sepenuhnya sempurna. Dari 867 puskesmas yang terdampak, kini hanya tersisa 8 yang belum beroperasi. Teddy juga menyampaikan bahwa sejumlah sekolah telah dibersihkan dan kembali digunakan untuk kegiatan belajar, pasar-pasar mulai beroperasi, dan aktivitas ekonomi perlahan kembali berjalan. Menurutnya, percepatan pemulihan ini tidak lepas dari instruksi Presiden sejak awal agar seluruh jajaran bergerak cepat, serta kerja sama dan gotong royong antara petugas, relawan, dan masyarakat di lapangan. Ia mengakui bahwa pemulihan belum sepenuhnya sempurna dan belum semua warga terjangkau satu per satu. Namun, banyak relawan yang dengan tulus membantu, melaporkan titik-titik yang belum mendapatkan bantuan kepada TNI, Polri, BNPB, dan petugas terkait, sehingga bantuan dapat segera didorong, termasuk melalui helikopter. “Apakah semua warga sudah didatangi petugas satu per satu? tentu belum 100% ya, tapi Alhamdulillah sejak kemarin banyak relawan yang datang ke daerah terdampak benar-benar tulus ikhlas membantu,” ungkapnya. Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa kunci penanganan bencana adalah saling melengkapi dan bekerja bersama dengan niat tulus.
Baca Juga: Rosan Pastikan 15.000 Hunian untuk Korban Banjir Sumatra Rampung dalam 3 Bulan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News