KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai merealisasikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga TNI/Polri. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa THR sudah mulai dicairkan secara bertahap sejak 26 Februari lalu. "Sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti,” kata Teddy dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Teddy menyampaikan bahwa THR bagi ASN dan TNI/Polri diberikan penuh 100%. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan total 10,5 juta penerima.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Luncurkan Bonus Hari Raya untuk Ojol “2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri sebesar Rp 22,2 triliun; 4,3 juta ASN Daerah sebesar Rp 20,2 triliun; serta 3,8 juta pensiunan sebesar Rp 12,7 triliun,” tulisnya. Pemerintah juga menegaskan kewajiban pembayaran THR bagi pekerja swasta secara penuh dan tepat waktu. Menurut Teddy, THR bagi 26,5 juta pekerja wajib diterima paling lambat H-7 Lebaran dan tidak diperkenankan dibayarkan secara mencicil. “Perusahaan yang melanggar akan kena sanksi administratif plus denda 5%. (Penerima) 26,5 juta pekerja (Peserta aktif BPJS Naker kategori Penerima Upah), (total) Rp 124 triliun,” katanya. Selain itu, pemerintah bersama perusahaan aplikator seperti Goto, Grab, Maxim, dan inDrive menyiapkan bonus hari raya (BHR) khusus bagi pengemudi ojek daring dan kurir. Dana sekitar Rp 220 miliar disepakati untuk sekitar 850 ribu mitra pengemudi. Menurut Teddy, berbagai kebijakan ini dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan memastikan mementum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga menjelang hari raya idul fitri 2026. Selain kebijakan THR dan BHR, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Prasasti: Tekanan BBM dan Subsidi Kian Berat Pemerintah juga memberikan diskon transportasi dengan nilai subsidi Rp 911,16 miliar untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik. Paket stimulus ekonomi ini bukan sekadar kebijakan fiskal, tetapi sinyal kuat bahwa negara hadir di tengah rakyat, memastikan Idulfitri 1447 H berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News