Setahun Berjalan, Danantara Klaim Garap Proyek Hilirisasi Senilai US$ 26 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM) terus memacu transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di sisi pengembangan industri nasional, DAM tengah mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi mencapai US$ 26 miliar untuk memperluas kapasitas industri.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa investasi jumbo tersebut diarahkan pada sejumlah proyek strategis yang telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026.

Proyek tersebut mencakup pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, hingga pengolahan garam industri.


Baca Juga: Satu Tahun Danantara, Prabowo Minta Jaga Kualitas

"Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan," ujar Rosan dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Melalui DAM, Danantara Indonesia menjalankan mandat pengelolaan portofolio BUMN dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining, serta konsolidasi portofolio.

Upaya ini bertujuan membangun perusahaan negara yang lebih adaptif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari penataan portofolio, DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas. Langkah ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat dan disiplin portofolio.

"Proses ini dilakukan guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan," tambah Rosan.

Baca Juga: Akan Disahkan DPR Hari Ini (13/3), Berikut 5 Nama Komisioner OJK Terpilih

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa Danantara melalui DAM berperan sebagai motor transformasi untuk membangun perusahaan negara yang produktif.

Fokus pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis diharapkan memberikan kontribusi sosial sekaligus menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News