KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia mulai menunjukkan stabilitas setelah pemerintah menghadapi perlambatan ekonomi dan berbagai tekanan pasar dalam setahun terakhir. Namun, Purbaya menilai pemerintah masih menghadapi tantangan dalam membangun persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Purbaya mengatakan, ketika pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan, salah satu fokus utama yang dilakukan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Setahun Purbaya Menjabat Menkeu, CORE: Penerimaan Naik, Namun Beban Fiskal Mengintai Menurutnya, kepercayaan tersebut penting karena ekspektasi masyarakat dapat mempengaruhi arah perekonomian. Ia menggunakan konsep
self-fulfilling prophecy dalam menjelaskan strategi pemerintah membangun optimisme ekonomi. "Jadi kita membentuk ekspektasi. Dan ekspektasi itu nanti membuat ekonomi berjalan ke arah sana (perbaikan)," katanya. Ia menjelaskan, ekspektasi positif dapat mendorong investor untuk berinvestasi, masyarakat untuk berbelanja, serta perusahaan untuk melakukan ekspansi. Sebaliknya, apabila masyarakat dan pelaku usaha memperkirakan ekonomi akan mengalami resesi, keputusan untuk menahan konsumsi dan investasi justru dapat memperburuk perlambatan ekonomi. Oleh karena itu, Purbaya mengakui dirinya sejak awal banyak menyampaikan optimisme mengenai prospek ekonomi Indonesia. Sikap tersebut bahkan sempat dinilai sebagai bentuk kesombongan.
Baca Juga: Satu Tahun Jadi Menkeu, Purbaya : Pekerjaannya Makin Berat! Menurut Purbaya, komunikasi optimistis tersebut bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan bagian dari strategi untuk membentuk ekspektasi positif terhadap perekonomian. "Itu yang dibilang orang sombong, itu Purbaya sombong banget. Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan ke arah yang positif," katanya. Purbaya menuturkan, dalam setahun terakhir pemerintah telah melewati sejumlah tantangan, termasuk perlambatan ekonomi hingga tekanan yang terjadi di pasar keuangan. Ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia kemudian mulai stabil setelah pemerintah melakukan berbagai langkah stabilisasi. Meski demikian, stabilitas tersebut belum sepenuhnya menghilangkan keraguan yang berkembang di tengah masyarakat dan pelaku pasar. Purbaya juga menyinggung kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat. Menurutnya, kekhawatiran di pasar terkadang berkembang lebih besar dibandingkan pernyataan lembaga pemeringkat itu sendiri. Setelah lembaga pemeringkat mempertahankan penilaiannya terhadap Indonesia, Purbaya menilai hal tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih dipandang cukup baik.
Baca Juga: Subsidi Energi Dipangkas di 2027, DPR Minta Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat kepercayaan pasar melalui penerbitan Panda Bond di China. Purbaya menyebut penerbitan surat utang tersebut mendapat respons yang cukup baik dengan tingkat bunga yang relatif rendah. Meski berbagai indikator menunjukkan perbaikan, Purbaya mengatakan masih ada pekerjaan rumah untuk meyakinkan masyarakat bahwa perekonomian Indonesia bergerak ke arah yang tepat. "Kita masih perlu waktu terus untuk meyakinkan semua orang bahwa kita bergerak ke arah yang benar," katanya.
Ia optimistis kondisi ekonomi nasional akan terus membaik apabila pemerintah mampu menjaga kepercayaan, memberikan dukungan fiskal, serta menerapkan kebijakan sektor keuangan yang tepat. Purbaya menilai tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan terletak pada instrumen kebijakan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang diperlukan pada dasarnya sudah tersedia. "Yang sulit itu tadi, bukan jurusnya, jurusnya gampang. Tapi melawan ekspektasi publik," kata Purbaya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News