KONTAN.CO.ID - Sebuah jam besar di sebuah alun-alun di Tel Aviv yang selama ini menjadi simbol tuntutan pembebasan sandera Israel akan dimatikan pada Selasa (27/1/2026), setelah menghitung waktu selama 844 hari sejak serangan Hamas pada Oktober 2023. Pemadaman jam tersebut dilakukan menyusul ditemukannya jenazah sandera terakhir di Gaza, sebagaimana diumumkan militer Israel pada Senin (26/1/2026). Sandera tersebut adalah Ran Gvili (24), seorang polisi yang sedang tidak bertugas dan dalam masa pemulihan cedera, yang tewas saat melawan kelompok militan yang menyusup ke wilayah Israel dalam serangan 2023.
Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal ke Laut Saat AS dan Korsel Adakan Pembicaraan Militer Ibu Gvili, Talik, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keluarganya selama 27 bulan sejak serangan tersebut. “Kami akhirnya mendapatkan penutupan. Rani pulang sebagai pahlawan Israel — benar-benar pahlawan Israel — dan kami sangat bangga kepadanya,” ujarnya kepada wartawan. Momen Penyembuhan Nasional Di Israel, pemulangan sandera terakhir telah lama dinanti sebagai momen penyembuhan nasional. Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang disebut sebagai pembunuhan massal terhadap warga Yahudi paling berdarah sejak Holocaust, dipandang sebagai peristiwa paling traumatis dalam sejarah negara tersebut.
Baca Juga: Regulator Global Selidiki Grok xAI Milik Elon Musk Terkait Konten Deepfake Seksual Perkembangan ini juga menandai rampungnya salah satu komitmen utama tahap awal rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang. Tahap kedua, yang diumumkan Washington telah dimulai awal bulan ini, mencakup pembukaan kembali perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir. Di Gaza, warga Palestina juga menaruh harapan pada pembukaan perbatasan tersebut. Nour Daher (31), warga Gaza yang menderita kelainan jantung, mengatakan ia menunggu kesempatan untuk mendapatkan perawatan medis di luar wilayah tersebut. “Saya sudah memiliki surat rujukan medis dan mendaftar ke WHO. Sekarang saya menunggu nama saya masuk daftar,” katanya. “Terakhir kali saya cek, mereka masih menunggu negara yang bersedia menangani kasus saya.”
Baca Juga: Prancis Larang Anak di Bawah 15 Akses Medsos, Demi Kesehatan Mental! Upacara di Tel Aviv Sejak 7 Oktober 2023, ribuan warga Israel rutin berkumpul di lokasi yang dikenal sebagai Hostages Square di Tel Aviv untuk menuntut pembebasan para sandera. Pada Selasa, saudari Ran Gvili, Shira, bersama mantan sandera dan anggota keluarga lainnya dijadwalkan menghadiri upacara publik saat jam tersebut dimatikan, menurut Forum Sandera dan Keluarga. Ran Gvili diketahui ditembak saat mempertahankan Kibbutz Alumim, sebuah komunitas di selatan Israel dekat perbatasan Gaza. Ia kemudian dibawa ke Gaza oleh kelompok militan Jihad Islam Palestina, yang turut serta dalam serangan Hamas, menurut pejabat Israel.
Baca Juga: Emas dan Perak Makin Berkilau, Kembali Dekati Level Tertinggi Sepanjang Masa Penyerahan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, merupakan komitmen utama tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, meskipun sejumlah bagian lain belum sepenuhnya terlaksana. Implementasi tahap berikutnya, yang mencakup rekonstruksi dan demiliterisasi Gaza, masih belum jelas. Saat ini, militer Israel masih menguasai sekitar 53% wilayah Gaza, sementara Hamas mengendalikan sisanya.
Sejak gencatan senjata disepakati pada Oktober, empat tentara Israel dan lebih dari 480 warga Palestina dilaporkan tewas. Kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata. Pada Selasa, empat warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza utara, menurut Rumah Sakit Al Ahli. Namun, juru bicara militer Israel mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya insiden tersebut.