Setelah Anjlok di 2025, Begini Rekomendasi Saham Siloam (SILO) di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) masih tertekan sepanjang 2025. Saham SILO terkoreksi 18,83%.

Meski begitu, analis menilai pelemahan tersebut lebih dipengaruhi rotasi sektor dan normalisasi ekspektasi pasar pasca-pandemi, bukan karena pelemahan fundamental perusahaan.

Head of Research KiSi Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai tekanan saham SILO pada 2025 terjadi akibat pergeseran minat investor yang mulai keluar dari saham jasa kesehatan setelah tren pandemi mereda. “Koreksi SILO lebih karena rotasi sektor dan normalisasi ekspektasi pasar, bukan karena kinerja fundamental yang menurun,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).


Baca Juga: Kinerja Siloam Hospitals (SILO) Solid Hingga Kuartal III-2025, Ini Pendorongnya

SILO sebelumnya meluncurkan pusat bedah robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dan Surabaya. Menurut Wafi, inovasi ini membuka peluang peningkatan pendapatan terutama dari segmen pasar premium dan medical tourism. “Pusat bedah robotik memberi potensi menangkap pasar medical tourism kelas atas. Ini bisa menaikkan pendapatan rata-rata per pasien dan menempatkan SILO sejajar dengan rumah sakit ternama di luar negeri,” jelasnya.

Namun, adopsi teknologi robotik juga membawa konsekuensi biaya. Wafi menilai dampaknya akan berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang. Di awal, beban depresiasi akan menekan margin. “Efek jangka pendeknya memang lewat depresiasi, tapi dalam jangka panjang justru meningkatkan efisiensi margin karena waktu rawat inap lebih singkat dan turnover pasien lebih cepat,” ungkapnya.

Untuk prospek 2026, KiSi Sekuritas memperkirakan SILO membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8-10% dan kenaikan EBITDA sekitar 10-12%. Pendorong utamanya adalah peningkatan kasus kompleks yang membutuhkan penanganan spesialis serta potensi penyesuaian harga layanan. “Pertumbuhan akan didukung intensitas kasus yang lebih kompleks dan penyesuaian harga jual,” kata Wafi.

Dari sisi valuasi, Wafi menilai saham SILO saat ini masih berada pada level yang menarik. Menurutnya, harga sekarang belum mencerminkan potensi pertumbuhan jangka panjang. “SILO saat ini masih undervalued. Rekomendasi kami Buy dengan target harga 3.000,” ujar dia.

Ke depan, katalis kinerja SILO akan banyak bergantung pada keberhasilan monetisasi layanan bedah robotik, stabilitas permintaan layanan spesialis, serta efisiensi operasional dalam mengelola biaya investasi alat kesehatan canggih.

Baca Juga: Laba Siloam Hospitals (SILO) Meningkat di Kuartal III-2025, Cek Rekomendasi Analis

Selanjutnya: KB Bank Salurkan Kredit Sindikasi kepada PT PON untuk Tingkatkan Ekspor Global

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News