Setelah Anthropic, Pentagon Pilih OpenAI untuk Proyek AI Rahasia



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. OpenAI pada Selasa (17/3/2026) menandatangani kontrak baru untuk menyediakan akses ke model AI-nya bagi lembaga pertahanan dan pemerintahan Amerika Serikat melalui unit cloud Amazon Web Services. Kontrak ini untuk pekerjaan bersifat rahasia maupun tidak rahasia.

Kontrak ini memungkinkan OpenAI mendukung Pentagon, setelah lembaga tersebut menghentikan kerja sama dengan penyedia AI sebelumnya, Anthropic.

Anthropic sebelumnya memenangkan kontrak Pentagon senilai hingga US$ 200 juta pada Juli 2025 dan menjadi pemasok AI utama untuk pertahanan AS, bekerja sama dengan Palantir dan AWS untuk menjalankan model Claude dalam sistem militer dan intelijen rahasia. 


Baca Juga: Minyak Timur Tengah Jadi yang Termahal di Dunia, Perang Picu Kelangkaan

Namun, hubungan dengan Pentagon runtuh pada Februari setelah Anthropic menolak penggunaan militernya secara tidak terbatas, terutama untuk pengawasan domestik dan senjata otonom. Pentagon kemudian menyebut perusahaan tersebut sebagai “risiko rantai pasokan” dan memutus aksesnya ke proyek pemerintah.

Sebelumnya fokus pada penggunaan pemerintah yang tidak rahasia, OpenAI kini mendapat kontrak Pentagon untuk menyediakan model AI-nya bagi operasi rahasia. Kemitraan dengan AWS menegaskan posisi strategis akses ke kontrak pemerintah dan pertahanan, terutama melalui penyedia cloud yang sudah digunakan di sistem federal.

Kontrak pemerintah ini juga berpotensi membantu OpenAI menarik klien korporat besar, yang menilai pekerjaan sektor publik sebagai tanda kepercayaan dan kredibilitas.

Setelah beralih menjadi perusahaan berbasis laba pada musim gugur lalu, OpenAI memperbarui perjanjian dengan Microsoft, memungkinkan kerja sama dengan penyedia cloud pesaing dalam menjual AI ke pelanggan sektor keamanan nasional, termasuk Pentagon.