Setelah China, Starbucks Jajaki Opsi Penjualan Saham Bisnisnya di Jepang



KONTAN.CO.ID - Raksasa jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) Starbucks dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk bisnisnya di Jepang, termasuk kemungkinan melepas sebagian kepemilikan saham.

Mengutip laporan Bloomberg News yang mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Starbucks mulai mengevaluasi masa depan unit usahanya di Jepang setelah sebelumnya menjual mayoritas kepemilikan bisnisnya di China.

Baca Juga: Asics Lepas Onitsuka Tiger Jadi Entitas Terpisah Mulai 2027


Dalam skenario penjualan saham, valuasi bisnis Starbucks di Jepang diperkirakan berada pada kisaran 400 miliar yen hingga 500 miliar yen, atau setara sekitar US$ 2,5 miliar hingga US$ 3,1 miliar.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa potensi transaksi itu berpeluang menarik minat perusahaan-perusahaan industri terkait maupun firma ekuitas swasta (private equity).

Meski demikian, belum ada keputusan final yang diambil terkait opsi tersebut.

Reuters hingga Rabu (10/6/2026) menyebut belum dapat memverifikasi laporan Bloomberg secara independen. Hingga kini, Starbucks juga belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut.

Baca Juga: Nikkei Jepang Turun 1,1% Rabu (10/6), Saat Investor Tinggalkan Saham Teknologi

Langkah evaluasi bisnis di Jepang muncul setelah Starbucks melakukan restrukturisasi portofolio internasionalnya, termasuk melalui pelepasan mayoritas kepemilikan di bisnis China, salah satu pasar terbesarnya di luar Amerika Serikat.

Jepang sendiri merupakan salah satu pasar internasional yang penting bagi Starbucks dengan jaringan gerai yang luas dan basis pelanggan yang kuat. Karena itu, setiap perubahan struktur kepemilikan di negara tersebut berpotensi menjadi perhatian investor global.