Setelah IPO, Bank Yudha berencana rights issue



JAKARTA. Bank Yudha Bhakti resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan melepas 300 juta saham atau setara 11,93%, Bank Yudha meraup dana Rp 34,5 miliar. Kini Bank Yudha juga dapat dikenal dengan sandi saham BBYD.

Michael Hoetabarat, Direktur Utama Bank Yudha mengatakan, pelepasan saham perdana alias IPO menjadi titik awal pihaknya dalam memupuk permodalan. "Karena setelah IPO, kami juga akan menggelar rights issue. Target kami adalah untuk memiliki modal sebesar Rp 500 miliar di 2016," terang Michael, Selasa (13/1).

Setelah IPO ini, Michael bilang, modal Bank Yudha mencapai sekitar Rp 260 miliar. Artinya, bank yang berpusat di Gedung Primagraha Persada Jakarta ini, tinggal membutuhkan dana Rp 240 miliar untuk mengejar target permodalannya.


Asal tahu saja, sekitar 72,14% perolehan dana IPO akan digunakan Bank Yudha untuk memperkuat permodalan dalam rangka pengembangan kredit. Sementara, sisanya akan teralokasi untuk kebutuhan teknologi dan sistem informasi.

Sejalan dengan pelepasan saham ke publik itu, maka susunan pemegang saham Bak Yudha terdiri dari: - 8 INKOP dan PUSKOP TNI/POLRI sebanyak 25,49% - Sugeng Subroto sebanyak 3,52% - Gozco Capital sebanyak 53,82% - Koperasi Karyawan Bank Yudha Bhakti sebanyak 5,24% - Masyarakat sebanyak 11,93%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan