Setelah Kabinet, Sri Mulyani Pegang Kendali Dana Filantropi Terbesar Dunia



KONTAN.CO.ID -  Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, secara resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus atau Governing Board Bill & Melinda Gates Foundation.

Pengumuman ini menandai babak baru bagi Sri Mulyani dalam berkontribusi pada skala global setelah menyelesaikan masa baktinya di jajaran kabinet.

Kehadiran beliau dalam dewan ini diharapkan mampu memberikan perspektif mendalam mengenai kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi yang inklusif untuk mengatasi berbagai tantangan kemanusiaan dunia.


Baca Juga: Vlad Tenev: Imigran Bulgaria yang Guncang Wall Street dengan Robinhood

Pengakuan Atas Kepemimpinan Global

Penunjukan Sri Mulyani bukan tanpa alasan yang kuat. Melansir informasi dari situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, rekam jejak beliau sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan kepemimpinannya sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia berkali-kali, menjadi pertimbangan utama.

Keahliannya dalam menavigasi krisis ekonomi dan mengelola keuangan publik dinilai sejalan dengan misi yayasan untuk menciptakan solusi berkelanjutan bagi masyarakat rentan.

Mengutip rilis resmi dari Gates Foundation, CEO Mark Suzman menyatakan bahwa pengalaman Sri Mulyani dalam mendorong hasil ekonomi yang adil sangat krusial bagi upaya yayasan.

Suzman menekankan bahwa kemampuan Sri Mulyani dalam menghubungkan kebijakan ekonomi dengan dampak sosial nyata akan membantu yayasan memperluas peluang bagi individu di seluruh penjuru dunia.

Tugas dan Tanggung Jawab di Governing Board

Sebagai anggota Governing Board, Sri Mulyani akan bekerja sama dengan jajaran pimpinan lainnya untuk memastikan arah strategis yayasan tetap pada jalur yang tepat.

Berdasarkan struktur tata kelola organisasi internasional tersebut, terdapat beberapa tanggung jawab utama yang diemban oleh para anggota dewan pengurus:

  • Pengawasan Strategis: Merumuskan arah jangka panjang dalam upaya penanganan kemiskinan, kesehatan global, dan akses pendidikan.
  • Evaluasi Kinerja: Melakukan peninjauan secara berkala terhadap efektivitas program-program filantropi yang dijalankan di berbagai negara.
  • Persetujuan Anggaran: Menyetujui rencana belanja tahunan untuk memastikan setiap dana yang disalurkan mencapai dampak maksimal bagi penerima manfaat.
  • Tata Kelola Organisasi: Memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana abadi yayasan.
Dikutip dari laporan Kompas.com (12/1/26), Sri Mulyani menyampaikan rasa terhormat atas penunjukan ini.

Alumni SMAN 3 Semarang ini menekankan bahwa kolaborasinya dengan Gates Foundation sebenarnya telah terjalin lama, terutama dalam berbagai proyek yang mengintegrasikan teknologi dan layanan keuangan untuk membantu masyarakat yang kurang terlayani di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Patrick Collison: Bangun Stripe, Jadi Miliarder Fintech Paling Berpengaruh di Dunia

Profil Singkat Sri Mulyani Indrawati

Mengutip informasi resmi dari Kemenkeu dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, berikut adalah ringkasan latar belakang pendidikan dan perjalanan karier Sri Mulyani Indrawati:

Riwayat Pendidikan:

  • Sarjana Ekonomi: Universitas Indonesia, Jakarta (1981–1986).
  • Master of Science in Policy Economics: University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (1988–1990).
  • Ph.D. in Economics: University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (1990–1992).
Rekam Karier Strategis:

  • Menteri Keuangan Republik Indonesia: Menjabat pada periode 2005-2010 (era Presiden SBY), kemudian kembali menjabat pada 2016-2025 (era Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo).
  • Direktur Pelaksana Bank Dunia (World Bank): Menjabat sebagai COO dan Direktur Pelaksana pada periode 2010-2016.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Plt.): Bertugas pada tahun 2008-2009.
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Menjabat pada tahun 2004-2005.
  • Executive Director IMF: Mewakili 12 negara di Asia Tenggara pada periode 2002-2004.
Tonton: Jadi Korban Timothy Ronald, Younger Ungkap Kronologi Investasi Hingga Rugi Rp 3 Miliar

Kolaborasi Strategis di Jajaran Elite

Sri Mulyani bergabung dengan kelompok pemimpin global yang beragam di dalam dewan tersebut. Keanggotaan dewan ini terdiri dari individu-individu dengan latar belakang kuat di bidang bisnis, kesehatan, dan kebijakan publik.

Hal ini memungkinkan terjadinya pertukaran ide lintas disiplin untuk memecahkan masalah kompleks seperti perubahan iklim dan kesenjangan kesehatan.

Melansir pemberitaan dari KONTAN.co.id (12/1/26), keberadaan tokoh Indonesia di jajaran pengurus yayasan global ini juga mencerminkan meningkatnya peran kepemimpinan dari negara-negara berkembang dalam menentukan agenda pembangunan dunia.

Sri Mulyani dipandang memiliki intuisi yang tajam dalam melihat tantangan unik yang dihadapi oleh negara berkembang, sehingga solusi yang dirumuskan yayasan bisa lebih tepat sasaran.

Penunjukan ini berlaku efektif pada awal tahun 2026, di mana yayasan tengah mengakselerasi upaya pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan.

Kemitraan ini diprediksi tidak hanya memberikan dampak bagi yayasan, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam diplomasi pembangunan internasional di masa depan melalui representasi tokohnya di lembaga prestisius.

Selanjutnya: Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Peran Langgur sebagai Pintu Masuk Wisata Kei

Menarik Dibaca: Kenali Filamen Sebasea dan 4 Cara Ampuh Hilangkan Bintik Hitam Mirip Komedo Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News