Setelah melemah sepekan, rupiah akan melanjutkan pelemahan pada Senin (12/4)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan yield US Treasury akan kembali jadi sentimen utama yang akan menentukan pergerakan rupiah pada perdagangan Senin (9/4). 

Adapun, rupiah di pasar spot tercatat ditutup melemah ke level 0,21% ke level Rp 14.565 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (9/4). Dengan demikian, dalam sepekan tercatat melemah 0,28%. 

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup flat di Rp 14.580 per dolar AS. Namun, jika dihitung dalam sepekan, mata uang Garuda ini tercatat melemah tipis 0,02%.


Baca Juga: Yield US Treasury kembali naik, rupiah berpotensi melemah pada Senin (12/4)

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin memperkirakan, potensi pelemahan rupiah masih akan terjadi pada esok hari. Ia melihat, setelah sempat terkoreksi, yield US Treasury mulai kembali bergerak naik. 

“Besar kemungkinan yield US Treasury akan kembali ke area 1,7%. Ini perlu diwaspadai, area tersebut akan menjadi tekanan buat rupiah. Apalagi, indeks dolar AS yang sudah terkoreksi dalam dua pekan terakhir sudah mulai berbalik menguat. Ini akan tambah tekanan bagi rupiah,” kata Nanang ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (9/4).

Apalagi, data ekonomi dalam negeri terbaru juga dinilai tidak menjadi katalis positif bagi rupiah. Pada pekan lalu, tercatat cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan. Nanang bilang hal ini berpotensi masih akan menghantui rupiah pada sepekan ke depan.

Ia pun memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.530 - Rp 14.600 per dolar AS pada perdagangan Senin dengan kecenderungan melemah.

Selanjutnya: IHSG rawan koreksi pada Senin (12/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi