JAKARTA. Selain untuk memperoleh modal kerja, aksi PT Indra Baruprana Finance (IBF) melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ternyata juga untuk membayar utang usaha ke kreditur grup dan non grup. Masing-masing penggunaan dananya sebesar fifty-fifty. Direktur Utama IBF Jap Hartono mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan modal kerja untuk aktivitas usaha pembiayaan alat berat. Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi go public akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan tahun ini dan tahun depan. Hingga akhir tahun nanti, perseroan menargetkan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,1 triliun. Sampai kuartal ketiga tahun ini, perseroan tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 76% dari target atau sekitar Rp 850 miliar. Pembiayaan itu mengalir antara lain ke sektor tambang 49%.
Setengah dari dana go public IBF buat bayar utang
JAKARTA. Selain untuk memperoleh modal kerja, aksi PT Indra Baruprana Finance (IBF) melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ternyata juga untuk membayar utang usaha ke kreditur grup dan non grup. Masing-masing penggunaan dananya sebesar fifty-fifty. Direktur Utama IBF Jap Hartono mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan modal kerja untuk aktivitas usaha pembiayaan alat berat. Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi go public akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan tahun ini dan tahun depan. Hingga akhir tahun nanti, perseroan menargetkan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,1 triliun. Sampai kuartal ketiga tahun ini, perseroan tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 76% dari target atau sekitar Rp 850 miliar. Pembiayaan itu mengalir antara lain ke sektor tambang 49%.