Setengah Poin Penentu Takhta, Derma Elok Farma Unggul Jadi Juara Pertama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA — Bukan hanya adu strategi, tetapi juga soal presisi eksekusi. Derma Elok Farma  menunjukkan itu saat merebut gelar juara lewat selisih hanya 0,5 game point. Dalam persaingan yang ditentukan sampai detail terkecil, setengah poin menjadi pembeda antara juara dan runner-up.

Tim catur Derma Elok keluar sebagai juara setelah mengungguli Bank BCA lewat tie-break, meski keduanya sama-sama mengoleksi 9 match point (MP) dari lima babak pertandingan. Penentuan juara baru dipastikan lewat game points, di mana Derma Elok mencatat 17 poin, unggul tipis atas BCA dengan 16,5 poin.

Kemenangan ersebut sekaligus menegaskan tema turnamen tahun ini, “Every Move Matters”, bahwa setiap langkah, setiap bidak, bahkan setiap setengah poin bisa menjadi penentu.


Posisi tiga besar dilengkapi Bank Mandiri di peringkat ketiga, disusul Kompas di posisi keempat dan Telkom Group di posisi kelima.

Turnamen yang berlangsung di South Quarter, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4), mempertemukan 16 tim dari berbagai korporasi dan institusi dalam format catur cepat beregu lima babak, dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB. Sejak babak pembuka, tensi persaingan sudah terasa tinggi, dengan kekuatan antartim yang relatif berimbang dan beberapa tim unggulan saling berhadapan langsung.

Ketua Pertandingan dan Perwasitan PB Percasi yang juga Ketua Wasit turnamen, Agus Subandrijo, menilai kekuatan peserta tahun ini sangat kompetitif. “Ramai dan seru karena masing-masing tim memiliki pemain-pemain yang seimbang,” ujarnya.

Keseruan turnamen bahkan sudah dimulai sebelum babak utama. Pembukaan diawali pertandingan Blindfold Chess antara Digital Vice Managing Editor Kontan Syamsul Ashar melawan International Master Aditya Bagus Arfan. Bermain tanpa melihat papan dan hanya mengandalkan notasi langkah, Adit menuntaskan duel kurang dari 10 menit, menghadirkan atraksi yang memantik antusiasme peserta.

Dalam sambutannya, Syamsul Ashar menegaskan turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus membangun sportivitas di lingkungan korporasi.

“Hari ini kita menguji kemampuan pemain catur di tingkat korporasi. Pertandingan tidak selalu yang superior menang. Emosi dalam satu regu juga tak selalu sama. Karena itu tema tahun ini Every Move Matters—apa pun langkah kita akan membuat kita lebih baik,” tambahnya.

Pernyataan itu terasa relevan melihat jalannya turnamen. Persaingan papan atas berlangsung sangat rapat hingga babak terakhir, bahkan juara harus ditentukan lewat tie-break berlapis. Situasi ini membuat perebutan gelar tahun ini menjadi salah satu yang paling ketat sepanjang penyelenggaraan Kontan Chess Championship.

Kehadiran Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem, para peserta dari berbagai korporasi, serta dukungan sponsor menambah semarak turnamen yang kini kian mengukuhkan diri sebagai ajang silaturahmi sekaligus adu strategi antarkorporasi.

Lebih dari sekadar perebutan piala, turnamen ini menunjukkan catur tetap menjadi ruang kompetisi yang hidup di kalangan korporasi, memadukan strategi, konsentrasi, dan kerja sama tim.

Dan tahun ini, semua diingatkan kembali: juara bisa ditentukan hanya oleh setengah poin, karena memang every move matters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News