Shanghai sumringah, bursa Asia lainnya mixed



TOKYO. Wajah bursa Asia tampak beragam pada akhir penutupan pekan kemarin (17/4). Data Reuters menunjukkan, indeks Shanghai China menjadi indeks dengan kenaikan terbesar pada Jumat kemarin.

Indeks Shanghai tercatat naik 2,23% menjadi 4.288,35. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 1,17%, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,31%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,17%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,17%.

Lompatan indeks Shanghai merupakan yang tertinggi sejak Maret 2008. Pemicunya adalah adanya kelanjutan program stimulus memacu daya beli investor.


Analis menilai, di luar tingkat Produk Domestik Bruto China yang menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir di kuartal I 2015, namun, ekonomi China diprediksi akan mengalami reli dalam jangka pendek. "Pasti banyak yang mempertanyakan seberapa jauh lagi pasar dapat bergerak tanpa ekonomi. Dalam jangka pendek, saya tidak yakin ekonomi China akan segera membaik sehingga akan ada pelonggaran kebijakan lanjutan dari People's Bank of China," jelas Chris Weston, IG's Chief Market Strategist.  

Sejumlah saham yang menjadi incaran di pasar saham China antara lain China CNR and CSR serta China Shipbuilding Industry dengan kenaikan masing-masing sebesar 10%. Shanghai fosun Pharmaceutical Group juga naik ke rekor tertingginya di Shanghai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie