Shell Jual Bisnis Energi Terbarukan di Eropa kepada TotalEnergies, Fokus Migas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan energi asal Inggris, Shell, sepakat menjual unit bisnis energi terbarukan darat (onshore renewables) di Eropa kepada TotalEnergies. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Shell untuk memangkas investasi rendah karbon dan kembali memusatkan perhatian pada bisnis hulu migas (upstream) serta perdagangan energi.

Shell mengumumkan transaksi tersebut pada Senin (3/8/2026). Kesepakatan mencakup aset energi terbarukan yang tersebar di Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan nilai transaksi tersebut.

Sejak menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Shell tiga tahun lalu, Wael Sawan telah mengubah arah strategi perusahaan dengan mengurangi fokus pada investasi energi terbarukan dan memperkuat bisnis inti yang dinilai lebih menguntungkan, seperti eksplorasi dan produksi minyak dan gas serta perdagangan energi.


Pekan lalu, Shell melaporkan laba kuartal II-2026 yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menjadi laba kuartalan tertinggi kedua dalam sejarah perusahaan, didorong oleh kenaikan harga energi dan kuatnya bisnis perdagangan gas alam cair (LNG).

Baca Juga: Rusia Perketat Keamanan Kapal di Laut Hitam, Siapkan Jalur Kargo Alternatif

Selain itu, Shell juga menyatakan akan memfokuskan bisnis kelistrikannya pada penyediaan solusi energi bagi pelanggan skala besar dengan mengombinasikan listrik dari energi terbarukan dan pembangkit berbasis hidrokarbon yang lebih stabil.

Sementara itu, TotalEnergies menjelaskan bahwa transaksi yang diperkirakan rampung pada akhir 2026 tersebut mencakup portofolio sekitar 500 megawatt (MW) aset pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang telah beroperasi maupun masih dalam tahap pembangunan. Sebagian besar aset tersebut berada di Italia dan Belanda.

Kesepakatan itu juga mencakup proyek pengembangan energi terbarukan berkapasitas 3,5 gigawatt (GW) yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, angin, serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai di Italia, Inggris, dan Spanyol.

Di sisi lain, TotalEnergies juga mengumumkan transaksi terpisah berupa penjualan 50% kepemilikan pada portofolio energi terbarukan di Eropa berkapasitas 1,2 GW kepada perusahaan investasi global KKR.

Baca Juga: PMI Sektor Manufaktur China Melambat di Juli, Kendati Masih Berada di Level Ekspansi

Transaksi tersebut menilai portofolio tersebut sebesar 1,8 miliar euro atau sekitar US$ 2,08 miliar.

Menurut TotalEnergies, kedua transaksi tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dan gas di pasar listrik yang telah terderegulasi, sekaligus melepas hingga separuh kepemilikan aset energi terbarukan guna merealisasikan keuntungan.

Saat ini, portofolio aset energi terbarukan TotalEnergies di Eropa mencapai hampir 10 GW kapasitas terpasang bruto maupun yang sedang dalam tahap pembangunan. Selain itu, perusahaan juga memiliki proyek energi terbarukan dengan total kapasitas sekitar 27 GW yang masih dalam tahap pengembangan.