KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Shell pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa output gas kuartal pertama yang lebih lemah dan tekanan likuiditas jangka pendek sebagian akan diimbangi oleh kinerja perdagangan minyak yang lebih kuat. Pernyataan ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana perang AS-Israel dengan Iran mengubah prospek laba perusahaan minyak besar dunia. Global benchmark Brent crude melonjak ke level tertinggi multi-tahun mendekati US$120 per barel setelah serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari, diikuti oleh penutupan Selat Hormuz oleh Teheran dan serangan terhadap negara-negara Teluk, termasuk fasilitas produksi gas Pearl di Qatar milik Shell, yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk diperbaiki.
Shell Laporkan Penurunan Produksi Gas dan Arus Keluar Modal di Tengah Konflik Iran
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Shell pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa output gas kuartal pertama yang lebih lemah dan tekanan likuiditas jangka pendek sebagian akan diimbangi oleh kinerja perdagangan minyak yang lebih kuat. Pernyataan ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana perang AS-Israel dengan Iran mengubah prospek laba perusahaan minyak besar dunia. Global benchmark Brent crude melonjak ke level tertinggi multi-tahun mendekati US$120 per barel setelah serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari, diikuti oleh penutupan Selat Hormuz oleh Teheran dan serangan terhadap negara-negara Teluk, termasuk fasilitas produksi gas Pearl di Qatar milik Shell, yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk diperbaiki.
TAG: