KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan keberadaan rumpon ilegal menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan di wilayahnya. Alat bantu pengumpul ikan yang dipasang tanpa izin tersebut membuat nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan. Menurut Sherly, nelayan di Maluku Utara saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat tangkap, cuaca yang tidak menentu, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut diperparah dengan maraknya praktik illegal fishing dan pemasangan rumpon ilegal di luar batas 12 mil laut.
Sherly Tjoanda Sebut Rumpon Ilegal Paksa Nelayan Maluku Utara Melaut Lebih Jauh
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan keberadaan rumpon ilegal menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan di wilayahnya. Alat bantu pengumpul ikan yang dipasang tanpa izin tersebut membuat nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan. Menurut Sherly, nelayan di Maluku Utara saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat tangkap, cuaca yang tidak menentu, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut diperparah dengan maraknya praktik illegal fishing dan pemasangan rumpon ilegal di luar batas 12 mil laut.