ShopeePay Perkuat Keamanan dan Literasi Digital, Dukung Akselerasi Ekonomi Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi ekonomi digital di daerah terus menunjukkan akselerasi seiring semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai dan meningkatnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di era digital.

Momentum tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Karya Kreatif Mataraman (KKM) & Digimafest 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Kediri.


Baca Juga: Bank Digital Semakin Selektif Ekspansi Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ajang ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan transformasi digital melalui penguatan literasi keuangan, perluasan penggunaan pembayaran digital yang aman, serta pengembangan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi.

Salah satu penyedia layanan pembayaran digital, ShopeePay, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmennya mendukung digitalisasi UMKM, memperkuat literasi keuangan, serta memperluas adopsi pembayaran digital yang aman.

Mengusung tema Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di daerah.

Sejalan dengan semangat tersebut, adopsi pembayaran digital di wilayah Kediri terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tumbuh lebih dari 70%. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital sekaligus semakin luasnya pemanfaatan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Presiden Direktur ShopeePay Indonesia Eka Nilam Dari mengatakan transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

"Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk terus berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital. Karena itu, ShopeePay terus mendukung berbagai inisiatif BI yang bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital, serta menciptakan ekosistem digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan meningkatnya penggunaan layanan digital juga perlu diimbangi edukasi mengenai keamanan transaksi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari rangkaian KKM & DIGIMAFEST 2026, ShopeePay menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital, praktik transaksi aman, serta pentingnya memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak.

Perusahaan juga berpartisipasi dalam talkshow edukasi bertajuk KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesi tersebut mengangkat pentingnya literasi keuangan serta pelindungan konsumen di tengah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital.

Di sisi lain, dukungan terhadap digitalisasi UMKM juga diwujudkan melalui berbagai inovasi pembayaran, termasuk QRIS Tap berbasis NFC dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS). Inovasi tersebut membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempermudah pencatatan transaksi.

Selain memperluas akses pembayaran digital, perusahaan juga terus memperkuat edukasi mengenai keamanan transaksi. Melalui sesi edukasi selama acara berlangsung, masyarakat diajak mengenali berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan OTP, hingga modus layanan pelanggan palsu.

Peserta juga memperoleh panduan soal pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan OTP serta langkah cepat yang perlu dilakukan jika akun diduga mengalami penyalahgunaan.

Komitmen tersebut didukung penerapan sistem keamanan berlapis, mulai dari enkripsi data, proses Know Your Customer/Merchant (KYC/M), Fraud Detection System (FDS), pembaruan data pengguna secara berkala, pemantauan Anti-Money Laundering (AML), hingga patroli siber rutin guna membantu mencegah berbagai aktivitas ilegal, termasuk transaksi yang berkaitan dengan judi online.

Perlindungan pengguna juga diperkuat melalui audit keamanan berkala serta penerapan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) menggunakan One-Time Password (OTP) pada proses pembuatan dan perubahan PIN.

"Melalui kolaborasi bersama BI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, ShopeePay menegaskan komitmennya terus menghadirkan inovasi yang memperluas akses layanan pembayaran digital, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, dan berkelanjutan," kata Eka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News