Siaga 1 Tempur di Hormuz, Donald Trump Jamin Pasokan Minyak Tetap Aman



KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump kembali memanaskan suhu geopolitik di Timur Tengah. 

Lewat pernyataan terbarunya, Trump menegaskan bahwa seluruh armada militer AS, mulai dari kapal perang, pesawat tempur, hingga personel dengan amunisi penuh, tetap siaga satu, tidak akan bergeser dari posisinya di sekitar Iran.

Trump menginstruksikan kekuatan militer tersebut untuk tetap dalam posisi siap tempur guna melakukan penghancuran mematikan terhadap musuh yang ia klaim telah "sangat terdegradasi." 


Ketegangan ini akan terus dipertahankan sampai Iran sepenuhnya mematuhi "Kesepakatan Sebenarnya" yang menurut Trump telah dicapai sebelumnya.

Rusia & China Blokir Aksi Militer di Selat Hormuz! Resolusi PBB Gagal Total
© 2026 Konten oleh Kontan
"Jika karena alasan apa pun kesepakatan itu tidak dipatuhi — hal yang sangat tidak mungkin — maka 'Penembakan Dimulai'. Ini akan lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya," tegas Trump melalui saluran komunikasi resminya di Truth Social, Kamis (9/4).

Meskipun melontarkan ancaman serangan fisik yang masif, Trump memberikan jaminan pada dua poin krusial yang menjadi perhatian pasar komoditas energi global. 

Pertama, ia menegaskan tidak akan ada pengembangan senjata nuklir di Iran. Kedua, Trump menjamin bahwa jalur logistik vital, Selat Hormuz, akan tetap terbuka dan aman bagi lalu lintas perdagangan internasional.

Saat ini, militer AS dilaporkan tengah dalam fase memuat logistik perang dan beristirahat sejenak (Loading and Resting). Namun, Trump secara provokatif menyebutkan bahwa pasukannya justru sedang menantikan penaklukan berikutnya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat kembalinya hegemoni militer AS di bawah semboyan America Is Back!.

Baca Juga: Setelah Tertunda, Donald Trump Akan Bertemu Xi Jinping di Beijing pada Mei 2026

Pelaku pasar global kini mencermati pergerakan armada kelima AS di Teluk Persia. Ketegasan Trump terkait Selat Hormuz setidaknya memberikan sedikit ruang napas bagi harga minyak mentah dunia yang sempat bergejolak akibat retorika tersebut.

Pernyataan Donald Trump ini direspons negatif oleh pasar berjangka energi. Mengutip data Tradingeconomics dan Bloomberg, harga minyak berjangka jenis WTI tercatat kembali naik ke kisaran US$ 97.3 - $97.5 per barel, atau naik sekitar 2.8% hingga 3.3% hari ini.

Sementara harga minyak jenis Brent Crude Oil yang sering menjadi acuan Harga minyak internasional) bergerak di kisaran US$ 96.7 - US$ 97.1 per barel atau naik 2,0% hingga 2,5% hari ini.

Harga naik cukup tajam hari ini setelah sempat turun tajam pada Rabu 8 April kemarin. Kemarin sempat terjadi volatilitas ekstrem dengan swing puluhan dolar dalam beberapa hari.

Gejolak hari ini lebih dipengaruhi pernyataan Trump soal Iran, ketegangan di Timur Tengah, dan kekhawatiran pasokan dari Selat Hormuz. 

Pakistan Sang Juru Damai Bersejarah, Redam Perang Amerika Serikat-Israel Vs Iran
© 2026 Konten oleh Kontan