Siam mengerek kinerja dari produk baru



JaKARTA. Penjual bahan bangunan PT Siam Cement Group (SCG) Indonesia mencetak pertumbuhan pendapatan 5% atau Rp 1,17 triliun  di kuartal II 2014. Catatan penjualan perusahaan yang menginduk kepada SCG di Thailand ini menggenapi total penjualan semester I 2014 menjadi Rp 2,35 triliun.

Penjualan SCG Indonesia pada semester I 2014 tersebut berkontribusi sekitar 2,62% terhadap total penjualan SCG yang sebesar Rp 44,59 triliun. Penjualan SCG pada semester I 2014 itu tumbuh 17% dari semester I 2013.

Kalau disandingkan dengan total penjualan SCG di wilayah Asia Tenggara selain Thailand, penjualan SCG Indonesia pada kuartal II 2014 berkontribusi 29,54%. Penjualan SCG di Asia Tenggara kecuali Thailand pada kuartal II 2014 adalah Rp 3,96 triliun.


Sayangnya, dalam siaran pers yang diterima KONTAN, SCG Indonesia tak menginformasikan nasib laba bersihnya. Perusahaan ini hanya membeberkan niatan memperbesar pasar Indonesia dengan dua cara. Pertama, menggeber tiga produk baru. Tiga produk baru itu adalah SCG Cement PCC (portland composite cement), SCG Smartblock (beton ringan) dan  dan Jayamix by SCG Super Concrete (formula beton cor).

Kedua, merampungkan pembangunan pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat. Pabrik yang menelan investasi US$ 356 juta itu akan berada di bawah PT Semen Jawa, perusahaan  joint venture antara SCG Indonesia dengan PT Triputra Arya dan PT Semen Sukabumi Industri. SCG Indonesia membangun pabrik Sukabumi dalam dua tahap. Tahap I dimulai Oktober 2013 dan akan rampung pada kuartal III 2015 dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton semen per tahun. Lalu pembangunan tahap II akan dilakukan setelah pembangunan tahap I rampung.

Memperbesar pasar ASEAN

Asal tahu saja, pembangunan pabrik di Indonesia adalah bagian dari rencana SCG di Asia Tenggara. "SCG akan terus melakukan ekspansi bisnis di ASEAN di antaranya pabrik semen di Indonesia, Kamboja, Myanmar dan Laos serta komplek kimia di Vietnam. Semuanya untuk terus menjadi pemimpin bisnis di kawasan ASEAN," ujar Kan Trakulhoon, President and Chief Executive Officer SCG, dalam siaran persnya (4/8).

Selain dua cara tadi, SCG Indonesia sudah menerapkan dua strategi lain dengan masuk dua bidang bisnis baru. Perusahaan ini masuk bisnis kertas dengan mengakuisisi 90% saham produsen kertas PT Primacor Mandiri. 

SCG Indonesia juga masuk bisnis kimia dengan mendirikan perusahaan joint venture bersama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Aksi korporasi ini terjadi 2011 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina