SIAP disetujui gelar rights issue Rp 4,68 triliun



JAKARTA. PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) diam-diam telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menggelar Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 4,68 triliun. Dalam keterangan resmi, Selasa (2/7), SIAP mengaku telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) pada Senin (30/6) lalu. RUPSLB digelar di Rumah Ranadi, Pasar Minggu, Jakarta.Dalam RUPSLB itu, SIAP disetujui untuk melepas 23,4 miliar saham baru baru dari portepel lewat rights issue. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan senilai Rp 200 per saham. Artinya, SIAP akan meraih dana senilai Rp 4,68 triliun dari rights issue. Bertindak sebagai pembeli siaga SIAP adalah PT Danareksa Sekuritas. Sebanyak Rp 4,67 triliun dana rights issue akan digunakan untuk melunasi akuisisi RITS Ventures Limited.  "(RUPSLB) menyetujui transaksi dalam rangka penggunaan dana hasil PUT Perseroan untuk mengakuisisi RITS Ventures Limited," tulis Onny Soendjaja, Direktur Utama SIAP dalam keterangan resmi, Rabu (2/7). RITS adalah pemilik 66,5% saham PT Indowana Bara yang menguasai konsesi izin usaha pertambangan (IUP) seluas 5.000 hektare (ha) di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Imbasnya, selepas transaksi ini rampung, SIAP akan beralih usaha dari bisnis non-woven ke pertambangan batubara.Hasil RUPSLB ini memberikan jalan lapang bagi SIAP untuk menyelesaikan akuisisi RITS. Sebelumnya, aksi ini sempat terhambat lantaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak kunjung memberikan izin efektif rights issue SIAP. Maklum, basis valuasi baik saham Indo Wana maupun RITS yang dimiliki Ridgetop Holding Ventures Limited selalu berubah. Dalam prospektus tertanggal 27 Juni 2014, SIAP menggunakan basis valuasi saham yang dilakukan oleh KJPP Yanuar Bey. Berdasarkan perhitungan JPP Yanuar Bey, Indo Wana memiliki cadangan batubara 288,15 juta ton. Sementara nilai pasar unntuk penggunaan yang ada (market value for the existing use) Indo Wana ditetapkan senilai Rp 9,22 triliun. Sementara nilai pasar wajar 100% saham RITS milik Ridgetop adalah Rp 4,84 triliun. Selain rights issue, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi SIAP. Mantan petinggi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Rennier A.R. Latief, akan duduk sebagai komisaris utama SIAP. Rennier memang memiliki 3,89% saham Indo Wana melalui PT Ratna Sejahtera Prima Coal. Chandra Purwanto dan Erry Firmansyah ditunjuk sebagai komisaris independen SIAP. Sementara jajaran direksi diisi oleh Onny Soendjaja sebagai direktur utama dan Yuli Soedargo dipercaya menjadi direktur SIAP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie