KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru mulai beroperasi pada tahun 2026. Dengan rampungnya ketiga fasilitas pabrik ini, total jaringan produksi CLEO mencapai 35 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah strategis Indonesia. Presiden Direktur CLEO Melisa Patricia berharap langkah ekspansi ini dapat menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi produk.
"Fokus ekspansi PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) adalah memperkuat rantai pasok
(supply chain) agar lebih dekat dengan konsumen," kata Melisa kepada Kontan, Jumat (6/1/2026). Melisa turut menyampaikan bahwa CLEO secara berkesinambungan juga melakukan diversifikasi dan inovasi produk guna menjawab dinamisnya preferensi konsumen. Strategi pengembangan ini difokuskan untuk menjaga relevansi pasar sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi hidrasi murni yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ekspansi Jadi Penopang Prospek Hermina (HEAL) pada 2026, Semak Rekomendasinya Sayangnya, Melisa belum bisa memaparkan target pendapatan dan laba yang diincar perusahaan tahun ini. Yang jelas, CLEO tetap membuka peluang ekspansi lanjutan yang akan dieksekusi secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar. Disamping itu, Melisa memproyeksikan industri Air Minuman Dalam Kemasan (AMDK) akan tetap stabil dengan kecenderungan pertumbuhan positif. Hal ini selaras dengan proyeksi Pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5%-5,4%. "Faktor utama pendorong kinerja CLEO adalah terjaganya daya beli masyarakat dan penguatan konsumsi rumah tangga, khususnya di sektor
Food & Beverages," tambahnya. Industri AMDK sebagai bagian dari subsektor tersebut memiliki resiliensi yang kuat terhadap fluktuasi ekonomi, hal ini dinilai bakal menjadi angin segar bagi pertumbuhan CLEO. Melisa juga menyadari bahwa lanskap kompetisi di pasar AMDK semakin ketat dan dinamis, menyikapi hal tersebut CLEO telah menyiapkan sederet langkah strategis. Sebagai salah satu pemain utama di sektor air murni, CLEO akan terus melakukan inovasi produk yang relevan dengan gaya hidup konsumen serta memperkuat penetrasi pasar melalui strategi ekspansi pabrik di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian integral dari agenda penguatan menyeluruh untuk memastikan relevansi dan daya saing berkelanjutan di tengah tingginya dinamika pasar yang terus berkembang.
Prospek dan Rekomendasi Saham Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mengatakan prospek kinerja CLEO tetap positif di tahun 2026. Penambahan pabrik di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru akan memperkuat jaringan produksi yang lebih dekat ke konsumen, sehingga membantu menekan biaya logistik dan menjaga pertumbuhan volume penjualan, meski dampak laba bersifat bertahap di fase awal operasional
Baca Juga: Penguatan Dolar Indeks (DXY) Dinilai Normal, Rupiah Tetap Tertekan di Kuartal I-2026 Azis juga menambahkan sentimen pendukung kinerja CLEO berasal dari ekspansi kapasitas, peningkatan efisiensi distribusi, serta permintaan AMDK yang relatif defensif. "Sementara sentimen pemberat mencakup potensi kenaikan biaya operasional, tekanan margin pada fase awal pabrik baru, serta persaingan yang ketat di industri air minum dalam kemasan," kata Azis kepada Kontan, Senin (9/1/2026). Senada,
Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai prospek CLEO masih cukup menarik. Menurutnya, ekspansi ke luar Pulau Jawa penting untuk memangkas biaya logistik yang menjadi salah satu komponen beban terbesar di industri AMDK. "Pendekatan ini engga hanya tekan biaya distribusi, tapi juga buka akses pasar baru di wilayah yang persaingannya belum sejenuh Jawa. Jadi target
revenue growth double digit masih realistis," ucap Wafi kepada Kontan, Senin (9/1/2026). Dari sisi sentimen, Wafi menyoroti tren peralihan konsumen ke AMDK bermerek serta integrasi vertikal melalui produksi mandiri sebagai faktor pendukung. Adapun sentimen pemberat berasal dari persaingan harga yang ketat dengan pemain besar serta keberadaan depot air isi ulang yang berpotensi menggerus segmen menengah ke bawah. Selain itu, investor juga perlu mencermati potensi kenaikan beban depresiasi dari pabrik baru yang dapat sedikit menekan laba bersih pada awal masa operasional. Wafi menyarankan untuk
buy saham CLEO di target harga Rp 700 per saham. Sementara itu, Azis merekomendasikan
trading buy saham CLEO dengan target harga di Rp 505 per saham.
Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Targetkan Tiga Pabrik Baru Beroperasi di 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News