Siap Hadapi El-Nino, Wamentan Mengklaim Stok Beras Indonesia Capai 28 Juta Ton



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Kementerian Pertanian memastikan kesiapannya dalam menghadapi kemarau ekstrem atau el-nino di dalam negeri. 

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengklaim saat ini cadangan beras yang tersimpan baik di Bulog, standing crop, dan yang beredar di masyarakat mencapai 28 juta ton. Jumlah tersebut diyakini mampu untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri hingga 11 bulan ke depan. 

"Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat," katanya dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026). 


Baca Juga: Kabar Baik! Wajib Pajak Ini Bisa Gunakan Tarif PPh Final UMKM 0,5% Secara Permanen

Menurut Sudaryono, berdasarkan berbagai proyeksi, dampak El Nino diperkirakan paling kuat terjadi pada periode Juli hingga September dengan puncak pada Agustus. 

Namun pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga.

Selain menjaga kecukupan cadangan pangan, Kementan terus memperkuat infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan. 

Sudayono menyebut, sejak 2024, Kementan telah menyalurkan hampir 100.000 unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani mencatat cadangan beras Bulog saat ini tembus mencapai 5,39 juta ton. 

Pihaknya juga memastikan pasokan ini cukup untuk mengantisipasi dampak dari el-nino. Menurutnya, stok juga masih terus meningkat seiring dengan penyerapan panen yang masih dilakukan Bulog. 

Baca Juga: Prabowo: MBG hingga Hilirisasi Jadi Wujud Ekonomi Pancasila

"Jadi kalau lihat stok sekarang sudah capai 5,39 juta ton. Itu kami pastikan hadapi El-Nino akan aman," ungkap Rizal.

Tak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri, Bulog saat ini juga bersiap melakukan ekspor 500.000 ton beras ke Malaysia. 

Rizal menyebut rencana ini sudah memasuki tahap finalisasi. Bulog bersama dengan tim dari Kementerian Pertanian juga bakal bertolak ke Sarawak, Malaysia untuk memastikan jumlah ekspor hingga harga pembelian beras. 

Rizal mengklaim Malaysia telah menawarkan pembelian dengan harga 16.000 per kilogram (kg). Jika Bulog resmi ekspor 500.000 ton, maka potensi nilai mencapai Rp 8 triliun. 

Namun begitu, menurut Rizal masih belum ada kesepakatan harga resmi kedua belah pihak. Rizal menyebut pihaknya masih berpeluang mendapatkan harga yang lebih besar.  

"Kita nanti akan minta petunjuk Menteri Pertanian dalam hal ini agar sesuai dengan arahan Bapak Presiden kemarin bahwa harga yang kita ekspor harus menguntungkan petani," jelas Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News