Siap-Siap! Harga BBM Mungkin Naik Mulai 1 April 2026, Diprediksi Naik 5%-10% (update)
Senin, 30 Maret 2026 16:18 WIB
Diperbarui Selasa, 31 Maret 2026 15:44 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Siap-siap harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Indonesia naik mulai 1 April 2026. Pasalnya, harga BBM di negara lain sudah naik akibat lonjakan harga minyak dunia pasca serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dilansir dari Wartakota.com, Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo, menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar internasional. “Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” ujarnya.
Harga BBM Diprediksi Naik 5–10 Persen Wisnu memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan lebih dari 10 persen. “Perkiraan kenaikan berada di kisaran 5 sampai 10 persen,” jelasnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh: - Lonjakan harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah - Acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) - Kurs rupiah terhadap dolar AS yang fluktuatif Dengan kondisi tersebut, harga BBM di tingkat konsumen akan ikut menyesuaikan. Baca Juga: Pemerintah Segera Umumkan WFH Sehari Sepekan, ASN dan Swasta Bersiap Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 Sebelum penyesuaian April, berikut harga BBM Pertamina per 1 Maret 2026. Harga BBM ini berdasarkan wilayah pemasaran di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara: - Pertamax: Rp 12.300 per liter - Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter - Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter - Dexlite: Rp 14.200 per liter - Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter Sementara BBM subsidi (berlaku nasional): - Pertalite: Rp 10.000 per liter - Solar subsidi: Rp 6.800 per liter Tonton: Trump Pamer Istana Anti-Peluru di Gedung Putih, Singgung “Upeti” 30 Kapal Minyak Iran Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Terbaru Selain Pertamina, berikut daftar harga BBM dari SPBU swasta: Shell - Shell Super (RON 92): Rp 12.390 per liter - V-Power Diesel: Rp 14.620 per liter BP - BP 92 (RON 92): Rp 12.390 per liter - BP Ultimate (RON 95): Rp 12.930 per liter - BP Ultimate Diesel: Rp 14.620 per liter Vivo - Revvo 92: Rp 12.390 per liter - Revvo 95: Rp 12.930 per liter - Diesel Primus: Rp 14.610 per liter Perlu dicatat, harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga minyak dunia. Tonton: Dari Superstar ke Bangkrut! BeyonCa, Mobil Listrik Mewah China Tutup Usaha 2026 Penyebab Harga BBM Nonsubsidi Naik Kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak lepas dari beberapa faktor utama: - Harga minyak mentah global yang meningkat - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah - Fluktuasi nilai tukar rupiah - Mekanisme harga berbasis pasar internasional Dengan kondisi tersebut, penyesuaian harga menjadi hal yang sulit dihindari. Pemerintah diharapkan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga energi ini. Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Maret 2026 Berikut daftar lengkap harga BBM Nonsubsidi di SPBU Pertamina yang berlaku 1 Maret 2026: Aceh • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 Free Trade Zone (FTZ) Sabang • Pertamax: Rp 11.500 • Dexlite: Rp 13.250 Sumatera Utara • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 Sumatera Barat • Pertamax: Rp 12.900 • Pertamax Turbo: Rp 13.650 • Dexlite: Rp 14.800 • Pertamina Dex: Rp 15.100 Riau & Kepulauan Riau • Pertamax: Rp 12.900 • Pertamax Turbo: Rp 13.650 • Dexlite: Rp 14.800 • Pertamina Dex: Rp 15.100 Free Trade Zone (FTZ) Batam • Pertamax: Rp 11.750 • Pertamax Turbo: Rp 12.400 • Dexlite: Rp 13.450 • Pertamina Dex: Rp 13.800 Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB • Pertamax: Rp 12.300 • Pertamax Turbo: Rp 13.100 • Pertamax Green 95: Rp 12.900 • Dexlite: Rp 14.200 • Pertamina Dex: Rp 14.500 Tonton: Tekanan Fiskal Jadi Sorotan, S&P Ingatkan Risiko Peringkat Utang Indonesia Nusa Tenggara Timur • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 Kalimantan Barat, Tengah, Timur • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 Kalimantan Selatan • Pertamax: Rp 12.900 • Pertamax Turbo: Rp 13.650 • Dexlite: Rp 14.800 • Pertamina Dex: Rp 15.100 Kalimantan Utara • Pertamax: Rp 12.900 • Pertamax Turbo: Rp 13.650 • Dexlite: Rp 14.800 • Pertamina Dex: Rp 15.100 Sulawesi (Utara, Tengah, Tenggara, Selatan, Barat) • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800 Maluku, Maluku Utara • Pertamax: Rp 12.600 • Dexlite: Rp 14.500 Papua & wilayah Papua lainnya (Papua Barat, Selatan, Pegunungan, Tengah, Barat Daya) • Pertamax: Rp 12.600 • Pertamax Turbo: Rp 13.350 • Dexlite: Rp 14.500 • Pertamina Dex: Rp 14.800
Pertamina Bantah BBM Subsidi Akan Naik
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) membantah mengenai data terkait adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Solar-Pertalite terhitung per 1 April 2026. Sebagaimana diketahui, beredar isu di masyarakat, baik melalui media sosial seperti X, TikTok, Instagram ataupun yang beredar di jaringan komunikasi seperti WhatsApp, mengenai proyeksi harga BBM yang akan berlaku terhitung pada 1 April 2026. Terkait hal ini, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan data yang beredar di sosial media tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ungkap dia, Senin (30/03/2026). Ia menambahkan, informasi valid harga BBM Pertamina hanya bisa dilihat melalui saluran resmi www.pertamina.com “Pada dasarnya, Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” imbuhnya. Prabowo Instruksi Harga BBM Tetap Dilansir dari Reuters, pemerintah menegaskan Pertamina tidak akan menaikkan harga bahan bakar pada 1 April 2026. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi, pada Selasa (31/3/2026). Keputusan tersebut diambil lantaran pasokan bahan bakar tetap mencukupi. Seperti diketahui, Pertamina biasanya mengumumkan perubahan harga pada awal setiap bulan. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar harga bahan bakar bersubsidi maupun tidak bersubsidi tidak dinaikkan, kata Prasetyo. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kepentingan rakyat, kata Prasetyo, karena perang di Iran meningkatkan harga energi global. Harga bensin dan solar bersubsidi oktan 90 tidak berubah sejak 2022, masing-masing sebesar Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter. Pemerintah telah berjanji untuk menyerap dampak kenaikan harga minyak mentah global dengan meningkatkan anggaran subsidi.
Anggaran subsidi energi tahun 2026 adalah 381,3 triliun rupiah (US$ 22,4 miliar). Anggaran ini mengasumsikan harga minyak mentah rata-rata US$ 70 per barel dan rupiah diperdagangkan pada Rp 16.500 per dolar, tetapi harga minyak mentah jauh lebih tinggi dan rupiah lebih lemah dari level tersebut. Belum jelas apakah arahan presiden juga akan berlaku untuk pengecer swasta, seperti Shell dan BP. Terdapat laporan antrean di SPBU di beberapa kota di seluruh negeri, dengan beberapa pembeli mengantisipasi kenaikan harga mulai 1 April, menurut laporan media lokal.
Intervensi Danantara Berhasil? Garuda Tunjukkan Sinyal Pemulihan