KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siap-siap, cuaca ekstrem masih akan membayangi sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di Indonesia berlangsung selama lima hari ke depan. Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, cuaca ekstrem itu akibat pergerakan bibit siklon tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, serta Teluk Carpentaria. "Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia," kata Andri dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Jawa dan Sumatera Terjadi pada Januari 2026 Bibit siklon tropis 91S terpantau berada di Samudra Hindia selatan Sumbawa dengan tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa, kecepatan angin maksimum 30 knot, serta bergerak ke arah selatan-tenggara. Andri menyebut, bibit siklon tropis tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Sumba, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Perairan Utara Madura hingga Flores. "Selain itu, membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi dan perlambatan angin atau konvergensi di Perairan Selatan Jawa Timur, Pulau Timor, dan sekitar bibit siklon tropis," jelas dia. Sementara, siklon 92 P saat ini terlihat di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot, serta bergerak ke arah selatan-tenggara. Dampaknya, meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan. Pada skala global, El Nino Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah terutama bagian timur Indonesia.
Baca Juga: Istana Minta Maaf Soal Banjir yang Melanda Beberapa Daerah, Salah Satunya di Jakarta BMKG memperkirakan, aktivitas madden julian oscillation (MJO) bakal aktif melintas perairan Timur Lampung, Lampung, perairan Kepulauan Seribu, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara. Lainnya, gelombang rossby ekuator aktif di Samudra Hindia Barat Sumatera Utara hingga Lampung. "Dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung tersebut, potensi terjadi cuaca ekstrem diprediksi masih tinggi," papar Andri.
Intensitas Hujan Tinggi
Andri mengatakan, periode 24-29 Januari di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Wilayah yang perlu waspada hujan sedang-lebat antara lain Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Banten, serta Jakarta. "BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem," ucap Andri.
Baca Juga: BI - Pemerintah Perkuat Kerjasama Kendalikan Inflasi Pangan Dampak Cuaca dan Bencana Penulis: Zintan Prihatini Editor: Bambang P. Jatmiko Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2026/01/24/185830386/awas-banjir-dan-angin-kencang-bmkg-prediksi-cuaca-ekstrem-hingga-29-januari?source=sorotan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News