JAKARTA. Krisis finansial global sudah terasa dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai bukti, pasar saham Indonesia masuk ke kategori bearish market. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terjungkal lebih dari 22% dari posisi tertingginya pada 1 Agustus lalu. Penurunan tersebut sudah melampaui batas yang menjadi konsensus trader, yakni pasar dikatakan bearish jika anjlok 20% dari posisi tertingginya sepanjang sejarah. Catatan saja, pada pukul 15.24, IHSG melorot 3,83% menjadi 3.295,293.Selain itu, krisis utang Eropa juga menyebabkan asing hengkang dari pasar obligasi. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, investor asing sudah menarik dana senilai Rp 18,4 triliun atau US$ 2 miliar dari obligasi pemerintah dalam kurun delapan hari hingga 21 September lalu. Indikasi lain, rupiah juga keok ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Sore ini, rupiah keok ke posisi 9.113 per dollar dari sebelumnya 8.783 per dollar pada 23 September lalu. Rupiah bahkan sempat bertengger di level 9.115 per dollar, level paling lemah sejak 18 Juni 2010. "Dana asing sudah meninggalkan pasar saham Asia. Sejumlah dana yang sebelumnya mengalir ke pasar obligasi Asia saat ini keluar untuk menambal kerugian di Eropa dan AS," jelas Sean Callow, senior currency strategist Westpac Banking Corp. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Siap-siap menghadapi bearish market Indonesia!
JAKARTA. Krisis finansial global sudah terasa dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai bukti, pasar saham Indonesia masuk ke kategori bearish market. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terjungkal lebih dari 22% dari posisi tertingginya pada 1 Agustus lalu. Penurunan tersebut sudah melampaui batas yang menjadi konsensus trader, yakni pasar dikatakan bearish jika anjlok 20% dari posisi tertingginya sepanjang sejarah. Catatan saja, pada pukul 15.24, IHSG melorot 3,83% menjadi 3.295,293.Selain itu, krisis utang Eropa juga menyebabkan asing hengkang dari pasar obligasi. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, investor asing sudah menarik dana senilai Rp 18,4 triliun atau US$ 2 miliar dari obligasi pemerintah dalam kurun delapan hari hingga 21 September lalu. Indikasi lain, rupiah juga keok ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Sore ini, rupiah keok ke posisi 9.113 per dollar dari sebelumnya 8.783 per dollar pada 23 September lalu. Rupiah bahkan sempat bertengger di level 9.115 per dollar, level paling lemah sejak 18 Juni 2010. "Dana asing sudah meninggalkan pasar saham Asia. Sejumlah dana yang sebelumnya mengalir ke pasar obligasi Asia saat ini keluar untuk menambal kerugian di Eropa dan AS," jelas Sean Callow, senior currency strategist Westpac Banking Corp. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News