Siap Tambah Porsi Saham, BPJS Ketenagakerjaan Prioritaskan Sektor Saham Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya menambah alokasi investasi saham secara bertahap hingga 20%-25% dari total dana kelolaan dalam tiga tahun ke depan. 

Saat ini, alokasi saham BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 12%-13% dari total dana kelolaan Rp 900 triliun. Ini artinya porsi saham BPJSTK saat ini mencapai Rp 108 triliun hingga Rp 117 triliun. 

Dengan pertumbuhan dana kelolaan sekitar 11%-12% per tahun, ruang likuiditas yang berpotensi masuk ke pasar saham dinilai cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.


Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengatakan, rencana peningkatan alokasi saham tersebut telah dicanangkan sejak April 2025 dan pembelian saham telah dilakukan secara berkesinambungan.

Baca Juga: Saham BBCA Dijual Asing Hingga Rp 8,1 Triliun, Tengok Target Saham Terbaru

“Dalam beberapa kesempatan, sejak awal 2025 lalu, saya selalu menyatakan bahwa akan menambah alokasi portfolio saham secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan hingga mencapai 20%-25% dana kelolaan," kata Edwin kepada Kontan, Jumat (30/1/2026),

Edwin menegaskan, peningkatan porsi saham tidak akan dicapai secara instan. Proses penambahan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Alokasi ini tidak akan tercapai dengan seketika. Pembelian dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Keamanan dana adalah prioritas kami dan kami memastikannya dengan melakukan investasi berdasarkan prinsip liability driven investing,” katanya.

Lebih lanjut, Edwin menyebutkan sektor yang menjadi prioritas investasi saham BPJS Ketenagakerjaan meliputi sektor perbankan, komoditas, dan konsumer.

Di tengah dinamika pasar, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mencermati perkembangan pasar modal global, termasuk potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi frontier market. Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perekonomian nasional.

“Kami meyakini bahwa regulator dan BEI akan menindaklanjuti dengan baik keadaan ini dan kami tetap yakin pada prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tegasnya.

Baca Juga: Rasio Nasabah Aktif Bank Digital di Bawah 50%, Ini Strategi Krom Bank dan Allo Bank

Selanjutnya: Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Menarik Dibaca: Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: