Siapakah Penggantinya Jika Iran Batal Ikut Piala Dunia 2026? Indonesia Berpeluang?



KONTAN.CO.ID - Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali menegaskan bahwa Tim Nasional Iran tidak akan berpartisipasi dalam kontestasi Piala Dunia FIFA 2026.

Mengingat perkembangan situasi yang terjadi, Donyamali menilai Iran sedang tidak dalam kondisi ideal untuk mengikuti Piala Dunia 2026.

“Mengingat pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak memiliki kondisi yang layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujarnya sebagaimana dilaporkan BBC, Rabu (11/3/2026).


Ia juga menambahkan bahwa keamanan para pemain tidak terjamin.

“Anak-anak kami tidak aman, dan kondisinya tidak ideal untuk,” tambahnya.

Donyamali mengatakan bahwa dalam delapan hingga sembilan bulan terakhir negaranya dipaksa menghadapi dua perang yang menewaskan ribuan orang.

Jika Iran Batal Tampil, Adakah Kans Indonesia Jadi Pengganti di Piala Dunia 2026? Artikel Kompas.id

“Karena itu, jelas kami tidak punya kemungkinan untuk berpartisipasi,” katanya.

Trump persilahkan Iran ikut Piala Dunia 2026

Tim nasional Iran sebenarnya dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni.

Iran direncanakan menghadapi Tim Nasional Selandia Baru dan Tim Nasional Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta melawan Tim Nasional Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Baca Juga: Harga BBM Meroket di 85 Negara, Inilah Negara yang Paling Terdampak Konflik Timteng

Namun, keikutsertaan Iran menjadi diragukan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke negara tersebut yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Sebelumnya pada Rabu (11/3/2026), Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepadanya bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi dalam putaran final musim panas tersebut.

Namun, dalam wawancara dengan IRIB Sports Network pada Selasa (10/3/2026), Donyamali menegaskan bahwa situasi negaranya tidak memungkinkan untuk berpartisipasi.

Mehdi Taj, kepala Federasi Sepak Bola Iran, juga meragukan kemampuan timnya untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Keraguan itu muncul setelah enam anggota tim nasional sepak bola wanita Iran memperoleh visa kemanusiaan dari Australia karena kekhawatiran terkait keselamatan mereka.

Sementara itu, para pemain Iran lainnya meninggalkan Australia pada Selasa setelah tim tersebut tersingkir dari Piala Asia Wanita AFC.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyatakan bahwa tujuh orang sempat diberikan perlindungan suaka, namun salah satu dari mereka kemudian mengubah keputusan dan memilih kembali ke Iran.

“Mengingat masalah yang dihadapi para pemain sepak bola wanita, jika prospek Piala Dunia seperti ini, tidak ada orang waras yang akan menerima pengiriman tim ke AS,” kata Taj menanggapi situasi tersebut.

Baca Juga: Dampak Serangan Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$ 92

Siapa penggantinya jika Iran batal ke Piala Dunia 2026?

Jika pada akhirnya Iran tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026, Grup G berpotensi hanya diisi tiga tim, yakni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Namun, secara komersial, hampir mustahil mengurangi tiga pertandingan, apalagi kompetisi masih menyisakan sekitar tiga bulan sebelum dimulai.

Selain itu, enam slot terakhir di turnamen yang diikuti 48 tim tersebut bahkan belum akan dipastikan hingga babak play-off yang dijadwalkan berlangsung pada jeda internasional Maret.

Dilansir dari Sports Illustrated, Kamis (12/3/2026), peraturan FIFA sebenarnya memberi ruang bagi berbagai skenario jika terjadi pengunduran diri tak terduga.

Meski begitu, keputusan Iran telah menimbulkan ketidakpastian baru terkait komposisi peserta turnamen.

1. Irak

Iran memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah finis sebagai juara grup dalam sistem kualifikasi Asia.

Sementara itu, Tim Nasional Irak menjadi tim Asia dengan performa terbaik yang belum lolos, meski masih berpeluang melalui babak play-off antar-konfederasi pada 31 Maret.

Irak dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Tim Nasional Bolivia dan Tim Nasional Suriname di final play-off tersebut.

Jika tim yang dilatih pelatih asal Australia, Graham Arnold, berhasil langsung melaju ke putaran final, maka slot play-off kemungkinan akan diberikan kepada salah satu dari Bolivia atau Suriname.

Sepanjang sejarahnya, Irak baru sekali tampil di Piala Dunia putra, yakni pada Piala Dunia FIFA 1986. Saat itu, tim berjuluk Singa Mesopotamia tersingkir di fase grup setelah menelan tiga kekalahan dan hanya mencetak satu gol.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan! Ini Pemicu Penurunan Si Kuning Mentereng

2. Uni Emirat Arab

Irak melaju ke babak play-off antar-konfederasi setelah menyingkirkan Tim Nasional Uni Emirat Arab dalam dua leg pada November 2025.

Pertandingan pertama di Abu Dhabi berakhir imbang 1-1, sedangkan pada leg kedua UEA sempat unggul sebelum akhirnya kalah 2-1 setelah Irak mencetak gol penalti pada menit ke-17 masa tambahan waktu babak kedua.

Belum jelas apakah keputusan mengenai pengganti Iran akan diambil sebelum babak play-off antar-konfederasi berlangsung.

Jika Irak berhasil lolos melalui jalur tersebut, laporan The Guardian menyebut UEA berpeluang besar menjadi pihak yang diuntungkan.

Seperti Irak, UEA juga baru sekali tampil di Piala Dunia, yakni pada Piala Dunia FIFA 1990. Saat itu, mereka tersingkir di fase grup tanpa meraih satu poin pun.

Tonton: AS Akui Kesalahan Besar Sebelum Perang Iran! Tawaran Teknologi Ukraina Diabaikan

3. Apakah Indonesia berpeluang?

Jika Irak berhasil lolos melalui babak play-off, FIFA bisa saja menilai bahwa pengganti Iran tidak harus berasal dari Asia.

Dalam skenario ini, slot tersebut dapat diberikan kepada salah satu tim yang kalah dalam turnamen mini play-off antar-konfederasi yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko bulan depan.

Langkah tersebut memang bukan pilihan paling logis, tapi dalam dunia sepak bola keputusan tidak selalu mengikuti pola yang sederhana.

FIFA sendiri menyatakan memiliki kewenangan penuh untuk mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu, dan aturan mereka juga tidak mewajibkan tim pengganti berasal dari konfederasi yang sama.

Jika Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia FIFA 2026, peluang Tim Nasional Indonesia yang saat itu bernasib sama dengan Tim Nasional Oman yakni juru kunci di grub masing-masing untuk menggantikannya terbilang sangat kecil.

Hal ini karena FIFA biasanya memilih tim yang paling dekat dengan jalur kualifikasi, seperti Irak yang masih memiliki peluang melalui play-off antar-konfederasi atau Uni Emirat Arab yang sebelumnya hampir lolos.

Selain itu, aturan FIFA juga tidak mewajibkan pengganti berasal dari konfederasi sama, sehingga slot tersebut bahkan bisa diberikan kepada tim lain yang kalah dalam play-off antar-konfederasi.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/12/183000065/iran-mundur-dari-piala-dunia-2026-ini-3-calon-penggantinya-indonesia?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News